Warga Dusun Brejel Lor Dawarblandong Kompak Gelar Sedekah Bumi, dan Hiburan Ludruk Budiwijaya

  • Bagikan
Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Mojokerto – Suasana berbeda terasa di Dusun Brejel Lor, Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jumat (11/9/2026). Warga yang dikenal hidup guyub dan kompak itu menggelar tradisi Sedekah Bumi secara meriah, sekaligus merayakan rampungnya pembangunan balai dusun yang kini siap digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat.

Meski berada di dusun dengan jumlah penduduk yang relatif terbatas, semangat gotong royong warga justru terlihat begitu kuat. Siang hari, warga tumpah ruah dalam tradisi arak-arakan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa agar kehidupan masyarakat Brejel Lor senantiasa diberi keberkahan, ketenteraman, dan kemakmuran.

 

Kemeriahan tidak berhenti di siang hari ini. Malam harinya, warga bakal kembali berkumpul menikmati hiburan pagelaran kesenian tradisional Ludruk Budhi Wijaya.

Tak sekadar hiburan, momentum ini menjadi ruang bagi warga untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga tradisi lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Fraksi PDI Perjuangan, Nurida Lukitasari. Camat Dawarblandong bersama jajaran Forkopimcam, serta Pemerintah Desa Pucuk.

Sedekah Bumi tahun ini terasa makin spesial karena bertepatan dengan selesainya pembangunan balai Dusun Brejel Lor. Fasilitas tersebut dibangun melalui Bantuan Keuangan (BK) senilai Rp100 juta yang berasal dari aspirasi Nurida Lukitasari.

Kepala Dusun Brejel Lor, Suwadi, mengapresiasi kekompakan seluruh warga yang telah ikut menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan balai dusun menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat karena dapat langsung dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan.

“Terima kasih kepada semua masyarakat Dusun Brejel Lor atas partisipasinya sehingga acara ini bisa terlaksana. Kami juga berterima kasih atas terbangunnya balai dusun ini. Kehadiran fasilitas baru ini menjadi kebanggaan warga, yang kini langsung bisa dimanfaatkan untuk tasyakuran hingga pertunjukan ludruk nanti malam,” ujar Suwadi.

Ia berharap kekompakan dan keharmonisan masyarakat terus dipertahankan. Baginya, tradisi Sedekah Bumi bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan warga.

Sementara itu, Kepala Desa Pucuk, Nanang Sudarmawan, berharap dengan digelarnya acara Sedekah Bumi sekaligus selesainya pembangunan balai dusun dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan acara ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Pucuk, khususnya warga Brejel Lor.

Pembangunan balai dusun senilai Rp100 juta ini sudah rampung, semoga ke depan bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk berbagai kegiatan, mulai dari kegiatan ibu-ibu PKK hingga acara kemasyarakatan lainnya,” jelas Nanang.

Di sisi lain, Nurida Lukitasari mengaku bangga bisa hadir langsung melihat hasil pembangunan yang kini telah dimanfaatkan masyarakat.

“Saya sangat berterima kasih sudah diundang dalam acara Sedekah Bumi Brejel Lor. Alhamdulillah, saat saya datang ke sini, balai dusun sudah berdiri kokoh. Saya berharap fasilitas ini dapat dirawat dan dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh warga,” pungkasnya.

Bagi warga Brejel Lor, hari ini bukan sekadar tentang tumpeng, hiburan ludruk, maupun balai dusun baru. Lebih dari itu, Sedekah Bumi menjadi bukti bahwa dusun kecil pun bisa tampil guyub ketika warganya bergerak bersama.

Tradisi tetap dijaga, fasilitas bertambah, dan kebersamaan pun terus dipupuk. Brejel Lor seakan menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat tetap kompak dan saling menguatkan.

Reporter: Adi

  • Bagikan