Kritik tajam juga diarahkan kepada Pemerintah Kabupaten Jombang. Gus Aan mendesak Bupati Jombang, Warsubi, untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam krisis moral ini.
Langkah darurat yang didesak oleh pengamat.
Evaluasi Total, Meninjau kembali sistem pengawasan di seluruh sekolah. Ruang Aman, Membuka layanan pengaduan yang menjamin kerahasiaan identitas saksi dan korban.
Pembentukan Satgas, Segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Kekerasan Seksual di lingkungan sekolah untuk memutus rantai predator anak.
”Bupati tidak boleh diam. Jika perlu, hentikan sementara kegiatan di sekolah tersebut untuk audit pengawasan. Negara harus hadir, lindungi anak-anak kita!” Pungkasnya.
Kini, publik menunggu ketegasan hukum selanjutnya. Kasus ini menjadi ujian bagi kredibilitas sistem pendidikan dan penegakan hukum di Kota Santri. Akankah ini menjadi momentum bersih-bersih predator anak, atau sekadar angin lalu?
Reporter: Adi















