BOJONEGORO – Perguruan Pencak Silat Gubug Remaja Cabang Bojonegoro menggelar kegiatan silaturahmi dan syukuran pengesahan warga baru tahun 2026 pada Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan sekaligus meneguhkan komitmen anggota dalam menjaga nilai-nilai luhur perguruan.
Ketua Perguruan Pencak Silat Gubug Remaja Cabang Bojonegoro, Bambang Setyawan, menegaskan bahwa setiap warga perguruan harus menjunjung tinggi kesetiaan, mematuhi aturan organisasi, serta menjaga sumpah yang telah diikrarkan.
Dia mengingatkan agar seluruh warga tidak mengkhianati kepercayaan dan komitmen yang menjadi dasar keanggotaan dalam perguruan.
“Artinya harus setia dan patuh pada aturan perguruan karena sudah disumpah,” tegas Bambang Setyawan.
Menurutnya, menjadi warga Perguruan Pencak Silat Gubug Remaja bukan hanya memperoleh pengesahan atau mempelajari ilmu bela diri.
Lebih dari itu, setiap anggota memiliki tanggung jawab untuk menerapkan nilai-nilai perguruan dalam kehidupan sehari-hari.
Bambang juga berpesan agar para pendekar mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing dengan senantiasa menyebarkan kebaikan, menjaga persaudaraan, serta mengamalkan ajaran yang telah dipelajari.
Dirinya menekankan bahwa ilmu yang dimiliki harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
Pengetahuan dan ajaran perguruan tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila hanya disimpan tanpa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kalau tidak diamalkan, bagaikan pohon yang tidak berbuah,” tandasnya.
Melalui silaturahmi dan syukuran pengesahan warga baru 2026 ini, diharapkan seluruh anggota Perguruan Pencak Silat Gubug Remaja Cabang Bojonegoro semakin memperkuat loyalitas, menjaga kehormatan perguruan, serta berkontribusi positif bagi masyarakat.
Pengesahan tersebut juga diharapkan menjadi awal bagi warga baru untuk mengembangkan ilmu yang telah diperoleh, mengedepankan sikap terpuji dan terus memperjuangkan nilai-nilai luhur Perguruan Pencak Silat Gubug Remaja.
Dengan demikian, keberadaan perguruan tidak hanya menjadi wadah pembelajaran pencak silat, tetapi juga sarana membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, menjunjung persaudaraan dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. (aj/er/zae/yin/mia)













