Nias Selatan – Menu MBG di beberapa Sekolah di Kec. Aromo di duga basi,kejadian tersebut langsung viral di media sosial yang di posting oleh salah satu pemilik akun Facebook xxx pada hari Rabu 02/09/2026 sekira pukul 10.00wib yang berdurasi 01.07 detik,tampak dalam vidio tersebut menu MBG yang di duga basi di kumpulkan oleh para guru dalam sebuah tong sampah ember warna hitam sambil menjelaskan menu MBG basi dan tidak di makan siswa.
Peristiwa terjadinya menu MBG basi yang di distribusikan oleh SPPG Merah Putih Aramo, kepada siswa bukan hanya satu sekolah selain SD Negeri 071121 Hilitotao juga sekolah SMA Swasta Amal Mas 2 Sumatera utara , hal itu juga di benarkan oleh warga setempat dan para siswa SMA Amal Mas 2 di Kecamatan Aramo..
Terkait informasi tersebut, media ini melakukan penelusuran dan melakukan konfirmasi kepada pihak Kepala SPPG Kecamatan Aramo Yayasan Bhayangkara Kabupaten Nias Selatan,Andreas Halawa dan pihaknya membenarkan peristiwa tersebut terjadi dan menganggap hal itu Human Error.
” Itu mungkin human error bang, karena di beberapa sekolah yang lain juga tidak di temukan seperti itu, namun kedepan kita akan terus monitor agar tidak terulang . “.ucapnya.
Sementara Korwil SPPG se-Kabupaten Nias Selatan Dominikus Wehalo, menyampaikan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi terkait Menu MBG yang basi tersebut dan selanjutnya akan di teruskan ke Kepala SPPG Aramo Polres Nias Selatan
Atas Viralnya vidio menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di media sosial menjadi perhatian publik hingga warga meminta kepada Kepala BGN agar SPPG Aramo Polres Nias Selatan Yayasan Bhayangkara agar si tutup.
Warga menilai, kurangnya pengawasan terhadap makanan yang di berikan kepada siswa setiap sekolah sehingga terjadi menu makanan yang basi dan akan berakibat fatal terhadap kesehatan bahkan nyawa manusia lebih lebih siswa sebagai generasi bangsa yang akan datang.
“kita minta kepada Kepala BGN RI agar SPPG yang bermasalah dan memberikan makanan basi terhadap siswa agar segera SPPG nya di tutup., hal ini demi keselamatan nyawa anak sekolah agar tidak keracunan seperti kejadian di daerah lain beberapa waktu yang lalu”.ucap salah satu warga yang tidak di sebutkan namanya di media ini. (Abdul)









