Musdes RKPDes Tahun Anggaran 2027, Pemdes Bundah Perkuat Perencanaan sektor Pertanian dan kesehatan

  • Bagikan

Ket Foto; pemdes bundah saat melaksanakan musdes RKPDes Ta 2027

Sampang|| MMCMadura, Pemerintah Desa (pemdes) Bundah kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang perkuat perencanaan sektor pertanian dan kesehatan dalam Musyawarah Desa (musdes) penyusunan Rencana kerja pemerintah desa (RKPdes) tahun anggaran 2027 yang dilaksanakan pada kamis (20/08/26) dibalai desa setempat.

Musdes tersebut dihadiri oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Sreseh, Moh sueb, unsur Forkopimcam, Kepala Desa Bundah, Matridi, ketua serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Perangkat Desa, Pendamping Desa, Tokoh agama, serta perwakilan pemuda.

Musyawarah Desa itu merupakan tahapan strategis dalam penyusunan RKP Desa Tahun Anggaran 2027 sebagai dokumen perencanaan pembangunan tahunan yang menjadi pedoman pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan desa. Selain menjaring aspirasi masyarakat, Musdes juga menjadi forum untuk menetapkan skala prioritas pembangunan agar selaras dengan RPJM Desa, regulasi yang berlaku, serta kebutuhan riil masyarakat.

Dalam sambutannya Sekcam Sreseh, Moh Sueb menekankan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan administrasi dalam penyusunan dokumen perencanaan desa.

Ia merujuk pada Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa, yang menegaskan bahwa penyusunan APBDes harus dilaksanakan sesuai batas waktu yang telah ditetapkan.

Menurut Sueb RKPDes bukan hanya dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi dasar hukum dan teknis dalam mewujudkan tertib administrasi pengelolaan keuangan desa selama tahun anggaran berjalan. Tuturnya.

Lebih lanjut Ia juga mengingatkan bahwa setiap usulan program dalam RKPDes hendaknya tetap berpedoman pada RPJMDes sebagai dokumen arah pembangunan jangka menengah desa.

“Apabila terdapat usulan baru, maka hal tersebut harus benar-benar didasarkan pada kebutuhan yang mendesak dan belum terakomodasi dalam perencanaan sebelumnya. Dengan demikian, pembangunan desa dapat berjalan secara konsisten, terarah, dan memiliki keberlanjutan yang jelas.” Lanjutnya.

Selain aspek administrasi, Sekcam turut mendorong masyarakat, khususnya para petani, untuk lebih mengoptimalkan sektor pertanian sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan. Hal itu sejalan dengan program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.

“lahan-lahan kosong yang belum dimanfaatkan perlu dikelola secara produktif, misalnya untuk tanaman padi, jagung, serta komoditas pertanian lainnya yang dapat mendukung perekonomian warga dan memperkuat kebutuhan pangan masyarakat.” Pungkasnya mengakhiri.

Sementara itu, Bidan Desa Bundah, Frimi Handayani, menyampaikan bahwa Desa Bundah masih berada dalam kondisi aman atau nihil kasus stunting pencapaian tersebut perlu terus dipelihara dan dijaga melalui pengawasan dan pendataan yang lebih optimal, termasuk terhadap warga yang berada di luar desa Bundah, agar proses pemantauan tetap berjalan efektif dan menyeluruh. Kata frimi.

Frimi mengungkapkan, dukungan sarana dan prasarana sangat diperlukan untuk menunjang kelancaran pelayanan posyandu serta upaya pencegahan berbagai masalah kesehatan di tingkat desa.

” Saya minta penguatan data balita dan lansia, penyediaan papan informasi di setiap posyandu, serta kelengkapan alat kesehatan yang memadai, seperti timbangan dan perlengkapan pemeriksaan dasar, ini sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara optimal.” Kata Dia.

Sementara itu Kades Bundah, Matridi, memastikan, program yang berkaitan dengan kesehatan dan pertanian akan di prioritaskan. Menurut nya itu kebutuhan masyarakat yang paling mendasar.

” Saya pastikan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, kesehatan dan pertanian akan terlaksana.” Katanya singkat saat di wawancara seusai acara.

Penulis: Man/teamEditor: Redaksi
  • Bagikan