MMCNEWS.ID | Kobaran api melalap gudang pabrik sepatu milik Jainul Arifin di Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Kamis (8/10/2026) sore.
Api yang membakar bangunan seluas 800 meter persegi beserta isinya itu mengakibatkan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 500 juta.
Kebakaran tersebut sempat membuat warga sekitar geger. Kepulan asap tebal membumbung dari area gudang, sementara warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api terus membesar hingga petugas pemadam kebakaran bersama personel gabungan harus turun tangan untuk menjinakkannya.
Dugaan awal, kebakaran dipicu korsleting listrik. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Setelah berjibaku memadamkan api dan melakukan proses pendinginan, petugas akhirnya menuntaskan penanganan sekitar pukul 21.30 WIB.
Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas mengatakan, dugaan korsleting listrik masih menjadi penyebab sementara kebakaran tersebut.
“Penyebab kebakaran sementara diduga adanya korsleting listrik. Kerugian materiil kurang lebih mencapai Rp 500 juta dan korban jiwa nihil,” ujar Yogas saat dikonfirmasi, Jumat (9/10/2026).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 16.45 WIB. Seorang saksi melihat kobaran api muncul dari dalam gudang bahan sepatu, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun Karobelah 3 untuk diteruskan kepada Bhabinkamtibmas.
Lima menit berselang, sekitar pukul 16.50 WIB, Aipda Anam menerima telepon dari kepala dusun mengenai kebakaran itu. Informasi tersebut segera diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran Pos Mojoagung agar penanganan bisa dilakukan secepatnya.
Petugas dari Polsek Mojoagung bersama personel pemadam kebakaran dan Yon TP 543/SN Jombang kemudian bergerak menuju lokasi. Sejumlah unit kendaraan pemadam dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api yang melalap gudang.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menjelaskan bahwa warga sempat bergotong royong melakukan pemadaman sebelum petugas tiba. Namun, besarnya kobaran api dan kepulan asap membuat upaya tersebut tidak mampu menghentikan penyebaran api.
“Awalnya, seorang warga melihat kobaran api dan kepulan asap sangat besar dari gudang pabrik sepatu. Warga kemudian bergotong royong berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya, tetapi api semakin membesar,” jelas Wiku.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jombang menerima laporan kejadian pada pukul 17.07 WIB. Satu tim pemadam kebakaran dan penyelamatan dari Pos Damkar Mojoagung langsung diberangkatkan pada pukul 17.08 WIB dan tiba di lokasi delapan menit kemudian, tepatnya pukul 17.16 WIB.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman untuk mengendalikan api agar tidak terus meluas. Setelah kobaran berhasil dijinakkan, proses dilanjutkan dengan pembasahan dan pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Penanganan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos Damkar Mojoagung, Pos Damkar Jombang, Pusdalops BPBD Jombang, Yon TP 543, Koramil Mojoagung, Polsek Mojoagung, Semar Jombang, PSC Jombang, Banser, perangkat desa, warga, dan Agisena.
Dalam operasi tersebut, petugas mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran, satu unit mobil suplai air, serta satu unit kendaraan penyelamatan beserta perlengkapannya.
Setelah melalui proses pemadaman dan pendinginan selama beberapa jam, penanganan kebakaran dinyatakan selesai pada pukul 21.30 WIB.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di bangunan yang menyimpan bahan produksi. Meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, penyebab pasti kebakaran tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Reporter: Adi














