Isu Bocoran Jawaban Seleksi Direksi Delta Tirta Mengemuka, DPRD Minta Proses Tetap Transparan

  • Bagikan

Sidoarjo | Mmcnews – Rangkaian proses seleksi calon pimpinan Perumda Delta Tirta Sidoarjo sempat tercoreng isu yang memicu kekhawatiran publik. Sebuah surat kaleng yang diterima pimpinan DPRD menyebutkan adanya dugaan ketidakberesan: setidaknya dua peserta diduga membawa bocoran kunci jawaban saat mengikuti tes psikologi dan tes kompetensi akademik.

Merespons kabar yang berkembang tersebut, Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo menggelar rapat untuk menindaklanjuti laporan dan mencari kejelasan fakta. Dalam pertemuan itu, Ketua Komisi B Bambang Pujiono meminta keterangan langsung dari tim asesmen Mabes Polri melalui sambungan telepon yang disiarkan secara terbuka agar dapat disaksikan seluruh pihak yang hadir.kamis,(11/06/2026)

Berdasarkan hasil pengecekan menyeluruh terhadap rekaman CCTV di lokasi tes di Mapolda Jawa Timur, sementara ini tuduhan kecurangan belum dapat dibuktikan. Tidak ditemukan gerakan atau indikasi mencurigakan yang mengarah pada praktik contekan atau penggunaan bocoran jawaban.

 

“Kami tetap berkomitmen menelusuri secara mendalam setiap laporan yang masuk. Meskipun hasil pemeriksaan awal belum menemukan bukti pelanggaran, fungsi pengawasan DPRD tidak berhenti sampai di sini. Kami akan terus memantau seluruh tahapan hingga penetapan direksi baru selesai,” tegas Bambang.

Ia menambahkan, meski tuduhan sementara dinyatakan tidak terbukti, panitia seleksi tetap diminta menjaga integritas dan membuka ruang pengawasan publik seluas mungkin. Hal ini penting agar tidak muncul spekulasi baru dan kepercayaan masyarakat terhadap badan usaha pengelola air bersih ini tetap terjaga.

Berbagai elemen masyarakat sebelumnya juga telah menuntut proses berjalan transparan. Mereka berharap pemimpin yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi, visi, dan integritas bukan yang lolos lewat cara-cara yang tidak wajar.

Ke depannya, seluruh pihak diharapkan tetap mengedepankan prinsip keadilan dan keterbukaan agar hasil seleksi nantinya dapat diterima semua pihak dan melahirkan pemimpin yang mampu mengembangkan Perumda Delta Tirta menjadi lebih baik.

mencegah terulangnya kecurangan, pada tahapan selanjutnya yaitu wawancara, agar tahapan ini dilakukan secara terbuka dan di siarkan secara langsung(live streaming). karena proses yang terbuka akan membuktikan yang terpilih benar benar berdasarkan kompetensi, integritas, dan kemampuan managerial. bukan karena kedekatan politik maupun personal.

dengan disiarkan langsung masyarakat sidoarjo bisa melihat langsung mana calon yang benar benar pantas menduduki kursi direksi salah satu BUMD di Sidoarjo yaitu Perumda Delta Tirta.karena selama ini sudah di curigai hanya menjadi ajang jatah posisi oleh orang orang lingkaran pemerintah.

Seorang peserta seleksi yang mengaku menjadi saksi langsung mendesak Panitia Seleksi (Pansel) segera mengambil langkah tegas terhadap dua peserta yang diduga melakukan pelanggaran saat ujian tertulis.

Meski dugaan tersebut telah disampaikan ke publik dan dibahas dalam forum resmi, hingga pertengahan Juni 2026 kedua peserta yang disebut-sebut terlibat masih mengikuti tahapan seleksi berikutnya, termasuk penyusunan makalah dan wawancara.

Sigit Imam Basuki, ST, SH, salah satu peserta seleksi calon direksi Perumda Delta Tirta, mengaku mengetahui identitas dua peserta berinisial B dan E yang diduga melakukan kecurangan saat pelaksanaan tes tertulis.

Menurut Sigit, saat ujian berlangsung posisi duduk kedua peserta tersebut berdekatan dengannya. Ia mengaku melihat dan mendengar secara langsung adanya indikasi komunikasi jawaban antar peserta.

“Saat mengerjakan soal, mereka terlihat sangat kompak dalam memilih jawaban. Bahkan terdengar menyebutkan pilihan jawaban A, B, C, maupun D. Karena suasana ruangan hening, suara mereka cukup jelas terdengar,” ujar Sigit

Ia juga mengklaim melihat salah satu peserta membuka bagian celana di kaki kiri yang diduga berisi catatan kunci jawaban. Menurutnya, materi yang tercantum dalam catatan tersebut berkaitan dengan soal psikometri yang sedang diujikan.

“Saya melihat sendiri ada tulisan yang diduga berisi kunci jawaban di kaki kiri salah satu peserta. Materinya berkaitan dengan psikometri. Karena itu saya menilai perlu dilakukan pendalaman terhadap dugaan tersebut,” katanya.

Sigit menambahkan, dirinya bukan satu-satunya pihak yang mengetahui peristiwa tersebut. Menurutnya, terdapat dua peserta lain yang juga berada di sekitar lokasi dan dapat dimintai keterangan sebagai saksi.

“Dua peserta lain yang berada di depan dan belakang posisi duduk kami juga mengetahui kejadian tersebut,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Sigit mengaku telah menyampaikan informasi yang diketahuinya kepada Komisi B DPRD Sidoarjo saat pembahasan terkait proses seleksi direksi Perumda Delta Tirta.

Ia menyayangkan karena hingga kini kedua peserta yang diduga melakukan pelanggaran masih diperbolehkan mengikuti tahapan seleksi lanjutan, termasuk penyusunan makalah dan wawancara.

“Saya melihat mereka masih mengikuti tahapan berikutnya. Karena itu saya berharap pansel dapat memberikan kejelasan dan mengambil keputusan berdasarkan fakta yang ada,” ujarnya.

Sigit juga mengaku sempat bertemu dengan Ketua Pansel yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Bahrul Amig saat pelaksanaan tahapan seleksi lanjutan di Assessment Center Polda Jawa Timur.

“Saya bertemu Bu Sekda dan Pak Bahrul Amig di Assessment Center Polda Jatim saat tahapan seleksi berlangsung,” katanya.

Meski demikian, Sigit mengaku masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait hasil seleksi maupun tindak lanjut atas dugaan pelanggaran yang telah disampaikannya.

“Kita tunggu bagaimana perkembangan dan keputusan pansel terhadap proses seleksi direksi Perumda Delta Tirta ini,” ujarnya.(sis)

  • Bagikan