BOGOR | MMCNews.id – Angka fantastis tercatat dalam pengelolaan keuangan Desa Cijayanti, Kabupaten Bogor. Dengan total Pagu Anggaran mencapai Rp 1.911.612.000 atau nyaris menyentuh angka 2 Miliar Rupiah, desa berstatus MANDIRI ini justru memunculkan banyak tanda tanya besar terkait alokasi dana yang dinilai sangat janggal.
Data terbaru per tanggal 2 April 2026 menunjukkan bahwa dana tersebut sudah tersalurkan 100%. Namun yang menjadi sorotan tajam publik, di samping anggaran reguler, desa ini juga mendapatkan tambahan anggaran perawatan infrastruktur senilai Rp 1 Miliar.
Ironisnya, meski sudah ada dana khusus perawatan, hampir 50% dari total Dana Desa utama justru kembali dialirkan ke sektor infrastruktur. Praktik ini memicu dugaan kuat adanya praktik “bancakan” atau pembagian proyek yang tidak transparan.
Angka Mencurigakan: Ribuan Juta untuk Jalan, Hanya Jutaan untuk Rakyat
Jika ditelusuri lebih dalam, pos anggaran infrastruktur terlihat sangat mendominasi dan terpecah menjadi puluhan item dengan nominal yang berulang-ulang, memunculkan pertanyaan: untuk jalan mana saja uang sebesar ini dihabiskan?
Beberapa pos anggaran yang mencolok antara lain:
– Pengerasan Jalan Lingkungan & Jalan Desa: Mencapai ratusan juta rupiah yang dipecah dalam puluhan item, mulai dari Rp 13 Juta hingga Rp 124 Juta per lokasi. Totalnya menggerogoti porsi terbesar anggaran.
– Keadaan Mendesak: Rp 144.000.000
– Penanggulangan Bencana: Rp 75.400.000
Sementara itu, anggaran untuk kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan justru nilainya “kecil” dan terkesan seremonial belaka:
– Pelatihan Perempuan: Hanya Rp 9.602.000
– Teknologi Tepat Guna Pertanian: Rp 12.650.000















