Nurul Azizah Bacakan Pidato Menteri Agama di Hari Amal Bakti

  • Bagikan

Ke depan, Kemenag diharapkan terus meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, merawat kerukunan umat beragama berbasis cinta kemanusiaan, memberdayakan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir sebagai solusi nyata atas persoalan bangsa, bukan sekedar urusan administratif dan birokrasi.

Dalam pidato tersebut, turut disampaikan tantangan besar yang dihadapi di era Artificial Intelligence (AI) dan dunia VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity).

ASN Kementerian Agama dituntut untuk menjadi pribadi yang adaptif, lincah, terbuka terhadap teknologi, inovatif, dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada umat.

ASN Kemenag juga diharapkan mampu mengisi ruang-ruang digital dan perkembangan AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, moderat, sejuk, dan mencerahkan, sehingga teknologi menjadi sarana pemersatu, bukan pemicu perpecahan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan komitmen kuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Kementerian Agama, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka pernikahan dini, membangun keluarga sakinah, serta mengatasi berbagai persoalan sosial yang menjadi tantangan bersama, seperti kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkotika.

Menurutnya, peran strategis Kementerian Agama sangat dibutuhkan dalam membangun fondasi moral dan spiritual masyarakat, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan seimbang antara aspek fisik dan nilai-nilai kemanusiaan.

Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama RI ini diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan tekad bersama untuk terus menjaga kerukunan, mempererat sinergi lintas sektor, serta menghadirkan pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat demi terwujudnya Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat. (pro/Dik/Mg)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan