Ekspedisi Patriot 2026 ,11 Mahasiswa Asal Madiun Emban Misi Pengabdian Untuk Negeri

  • Bagikan

Madiun | MMC – Semangat pengabdian generasi muda kembali ditunjukkan Kabupaten Madiun. Sebanyak 11 mahasiswa terbaik asal Kabupaten Madiun resmi dilepas mengikuti Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, program Kementerian Transmigrasi yang akan bertugas selama empat bulan di kawasan transmigrasi, termasuk Papua. Program ini merupakan bagian dari transformasi pembangunan kawasan transmigrasi melalui riset, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Pelepasan berlangsung di Pendopo Muda Graha, Selasa (21/07/2026) dan dihadiri Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun Arik Krisdiananto, Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Purwati, S.Sos., Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun, Kepala Kesbangpol, para camat, kepala desa, lurah, serta para peserta Tim Ekspedisi Patriot.

Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnakertrans Provinsi Jawa Timur Purwati, S.Sos. mengatakan, Tim Ekspedisi Patriot merupakan program baru Kementerian Transmigrasi yang diikuti hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Menurutnya, 11 peserta asal Kabupaten Madiun menjadi bagian dari ratusan peserta Jawa Timur yang akan mengabdi langsung di kawasan transmigrasi.

“Selama empat bulan nanti, adik-adik akan menjadi agent of change di kawasan transmigrasi. Pandai-pandailah beradaptasi dengan budaya masyarakat setempat, terutama di wilayah penugasan yang didominasi transmigran lokal. Kami berharap kehadiran kalian benar-benar memberi manfaat dan membawa perubahan bagi masyarakat,” ujarnya.

Purwati juga menyebut program tersebut membuka peluang lanjutan melalui Beasiswa Patriot bagi peserta yang menunjukkan dedikasi dan kinerja terbaik, sehingga pengabdian di kawasan transmigrasi dapat menjadi pintu pengembangan sumber daya manusia di masa depan.

Sementara itu, Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun Arik Krisdiananto menegaskan keikutsertaan 11 mahasiswa tersebut merupakan kebanggaan sekaligus amanah bagi Kabupaten Madiun.

“Adik-adik ini bukan hanya mewakili perguruan tinggi, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Madiun. Jagalah integritas, disiplin, kesehatan, serta jadikan ilmu yang dimiliki sebagai solusi nyata bagi masyarakat di lokasi penugasan. Kami berharap pengalaman ini melahirkan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan memiliki jiwa pengabdian kepada bangsa,” ungkap Arik.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi menjelaskan, para peserta merupakan mahasiswa dari Universitas Airlangga, ITS, Universitas Brawijaya, dan UGM yang lolos seleksi nasional. Tahun ini mereka tidak lagi sekadar melakukan pemetaan potensi daerah, tetapi ditugaskan mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk mengembangkan sumber daya alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigrasi.

“Mereka adalah patriot-patriot muda yang akan mengaplikasikan ilmunya untuk membantu masyarakat. Mudah-mudahan ilmu yang dimiliki mampu memberdayakan potensi lokal sehingga kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi semakin meningkat,” kata Wabup.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalankan tugas, mengingat sebagian lokasi penugasan berada di daerah endemis malaria. Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Kesehatan telah menyiapkan dukungan obat-obatan sebagai langkah antisipasi.

“Yang paling penting adalah menjaga kesehatan, keselamatan, dan tetap membawa nama baik Kabupaten Madiun. Jadilah patriot yang memberi manfaat bagi masyarakat dan mengharumkan daerah,” pungkasnya.(PGH)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan