“Dengan beroperasinya infrastruktur kelistrikan ini maka keandalan listrik di Surabaya akan meningkat. Ini juga merupakan upaya PLN dalam mendukung geliat ekonomi yang diprediksi akan semakin bertambah sejalan dengan perubahan pandemi menjadi endemi,” ucap Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali, Muhammad Ramadhansyah, mengatakan walaupun di masa pandemi dan cuaca hujan ekstrim yang sering terjadi di wilayah Surabaya awal tahun ini, namun tim PLN UIP JBTB beserta UPPnya berhasil melaksanakan pemberian tegangan pertama (energize) sesuai target yang ditetapkan. Keberhasilan energize terlaksana ini berkat kerja sama tim PLN serta seluruh unit PLN yang terlibat.
“GIS 150 kV Gunungsari dan SUTT 150 kV Gunungsari Incomer telah berhasil Energize di 8 & 13 Maret 2022, selanjutnya kami akan kejar proses pengoperasian Trafo 1 sebesar 60 MVA yang dilanjutkan Trafo 2 juga sebesar 60 MVA GIS 150 kV Gunungsari agar dapat segera dioperasikan sesuai target yang ditetapkan di akhir Maret 2022, sehingga keandalan listrik dapat ditingkatkan secara optimal,” pungkasnya. (503m)
.
Narahubung:
Ratih Kusuma Dewi
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali















