MMCNEWS.ID | Sebuah sejarah baru dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia dimulai dari “Kota Santri”. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat resmi memilih Kabupaten Jombang sebagai titik awal nasional program “Miskin Ekstrem Pasti Kerja”.
Bukan sekadar bantuan sosial tunai, program ini membawa konsep revolusioner, Melatih, Memberi Kerja, dan Memandikan Ekonomi Lokal.
Bukan Cuma Janji, Tapi Bukti Penempatan Kerja
Acara Kick Off yang berlangsung di Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Senin (29/12/2025) pagi ini, menjadi angin segar bagi warga.
Setiap warga kategori miskin ekstrem tidak hanya diberi pelatihan, tapi langsung ditempatkan bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Di Jombang saja, sebanyak 300 orang telah tuntas mengikuti pelatihan dan siap bekerja dengan estimasi penghasilan Rp 2 juta per bulan.
”Dari Jombang kita membuktikan bahwa kemiskinan ekstrem dapat dihentikan. Dengan pendapatan tetap, stabilitas ekonomi keluarga terjaga,” tegas Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono, M.Si., Deputi Kemenko PM.
Program yang mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 ini diproyeksikan akan menjadi mesin penyerap tenaga kerja raksasa. Pemerintah menargetkan mampu menyerap 1,5 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia pada periode 2025-2026 melalui jaringan SPPG yang tersebar luas.
Hal yang membuat program ini disukai publik adalah efek dominonya. SPPG tidak bekerja sendirian. Kebutuhan bahan baku dapur (seperti sayur, beras, dan lauk-pauk) akan diambil langsung dari petani dan pedagang lokal di sekitar lokasi.
Ini berarti, Warga Miskin Mendapat pekerjaan tetap.
Petani Lokal, Mendapat pembeli pasti. Anak Sekolah, Mendapat asupan gizi berkualitas.
Wakil Bupati Jombang, Salmanudin, menyatakan kesiapan Jombang menjadi percontohan nasional. Saat ini, 7 titik SPPG telah siap beroperasi di wilayah Bareng, Diwek, Ngoro, dan Jombang kota.
”Harapan kami, program ini memberikan dampak nyata. Jombang siap menjadi contoh bagi daerah lain dalam keberhasilan pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan,” ungkap Salmanudin dengan optimis.
Fasilitas Dapur SPPG di Jombang dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada 8 Januari 2026. Penyerahan sertifikat pelatihan dan simbolis serapan tenaga kerja sudah dilakukan, menandai kesiapan para “pahlawan ekonomi” baru ini untuk mengubah nasib keluarga mereka.
Melalui sinergi lintas sektor (Kemenko PM, Badan Gizi Nasional, Kemensos, dan Kemnaker), program ini menjadi titik balik dari pola bantuan pasif menjadi pemberdayaan aktif. Jika piloting di Jombang ini sukses, target Indonesia bebas kemiskinan ekstrem di tahun 2026 bukan lagi sekadar mimpi.
Reporter: Adi















