Bojonegoro – Opening Ceremony Festival Olah Raga Kabupaten Bojonegoro yang di Selenggarakan Dinas Pemuda dan Olah Raga Secara Resmi di Mulai bertempat di Lapangan GOR Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro, Jawa Timur. Selasa (18/08/2026).
Kegiatan sekiranya akan berlangsung selama empat hari ke depan itu di hadiri Bupati Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah dan unsur Forkopimda, di antaranya jajaran Organisasi Perangkat Daerah, Badan Usaha Milik Daerah, Ketua Bhayangkari mendampingi Kapolres Bojonegoro, Ketua Komisi C DPRD, Ketua Bakorwil, perwakilan Dandim, Sekretaris Daerah, Kasatpol PP, serta Direktur RSUD dan Para Peserta wakil Kecamatan se Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan tersebut upaya membentuk semangat sportivitas, kebersamaan, dan kolaborasi antarelemen daerah.
Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya dipandang sebagai kompetisi, melainkan juga sebagai medium membangun kebersamaan dan komunikasi antarlembaga.
Rangkaian pembukaan diawali prosesi resmi, atraksi talenta dari perwakilan 28 kecamatan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Bojonegoro, doa, laporan Ketua Panitia, hingga sambutan Bupati.
Untuk menghidupkan suasana, panitia menghadirkan ragam permainan tradisional seperti gobak sodor, trompah panjang, panahan tradisional, dagongan, dan egrang. Permainan rakyat ini sarat nilai kebersamaan, ketangkasan, konsentrasi, dan keseimbangan.
Di sisi lain, hadir pula cabang olahraga kekinian seperti skateboard dan pushbike. Dua cabor yang dekat dengan generasi muda ini menjadi bagian dari semangat mewujudkan “Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan”.
Perpaduan tradisi dan modernitas menjadikan FORKAB sebagai panggung yang memperlihatkan keberagaman potensi olahraga di Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan FORKAB memiliki makna lebih luas dari sekadar kompetisi.
“Melalui festival olahraga ini, kita bangun kebersamaan dan sinergi dengan satu tujuan yang sama untuk kemajuan Bojonegoro. Dengan ini, FORKAB Bojonegoro 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ujar Setyo Wahono.
Bupati berpesan agar kompetisi tetap berlangsung dalam koridor sportivitas, sementara semangat kebersamaan menjadi kekuatan menyatukan seluruh peserta.
Momentum pembukaan mendapat sentuhan simbolis. Bupati bersama jajaran OPD, Sekda, Ketua Komisi C DPRD, Ketua Bakorwil, perwakilan Dandim, Ketua Bhayangkari, dan Kasatpol PP turun langsung mengikuti permainan trompah panjang.
“Ini bukan sekadar lomba. Lewat Igrang dan Bakiak kita ingin menumbuhkan semangat kebersamaan, kekompakan, dan sportivitas. Ini jati diri Bojonegoro,” ujar Bupati Bojonegoro dalam sambutannya.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada Polres Bojonegoro dan panitia pelaksana yang telah berkolaborasi menyukseskan acara.
“Sinergi antara Pemerintah Daerah dan Forkopimda seperti inilah yang kita butuhkan. Mari kita jadikan festival ini ajang silaturahmi seluruh warga Bojonegoro,” tambahnya.
Sementara itu, dalam laporannya ketua panitia memaparkan tujuan utama festival ini adalah untuk menjaga kelestarian budaya, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta menjaring bibit-bibit atlet olahraga tradisional.
Selama beberapa hari ke depan, para peserta dari seluruh kecamatan akan berkompetisi memperebutkan juara Igrang dan Bakiak tingkat Kabupaten Bojonegoro.
Dengan semangat “Guyub Rukun, Bojonegoro Maju”, Festival Olah Raga 2026 diharapkan menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi.
Permainan ini menuntut ritme langkah, keseimbangan, dan koordinasi tim. Nilai tersebut sejalan dengan semangat Pemkab dalam membangun Bojonegoro melalui kerja bersama.
Perlu diketahui FORKAB 2026 diharapkan menjadi momentum menemukan dan mengembangkan bibit-bibit atlet potensial dari berbagai kecamatan.
Penyelenggaraan kegiatan ini juga bagian dari upaya memperkuat budaya olahraga masyarakat serta menanamkan nilai disiplin, kerja keras, persaudaraan, dan sportivitas. (Red/Prol).

















