SUMEDANG | MMCNews.id – Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara, Lenis Kogoya, secara tegas meminta TPNPB-OPM untuk segera menghentikan segala bentuk aksi kekerasan terhadap warga sipil dan meninggalkan wilayah Wamena serta sekitarnya. Pernyataan itu disampaikannya menyusul meningkatnya eskalasi kekerasan di Papua dalam beberapa waktu terakhir.
Lenis menyoroti sejumlah aksi yang diduga dilakukan kelompok bersenjata, antara lain intimidasi, penganiayaan, pembunuhan terhadap warga sipil, guru, misionaris, dan penginjil, serta pembakaran fasilitas pendidikan.
“Saya sampaikan kepada seluruh pasukan TPNPB bahwa belakangan ini eskalasi kekerasan, penyesatan, hingga pembunuhan eksekusi mati antarwarga sipil, guru, misionaris, dan penginjil terus terjadi. Bahkan mama-mama disiksa dan fasilitas sekolah dibakar. Aksi-aksi ini harus segera dihentikan,” tegas Lenis dalam keterangan resminya, Senin, 10 Agustus 2026.
Ia menegaskan bahwa kekerasan yang menimpa warga sipil—termasuk perempuan, tenaga pendidik, dan fasilitas umum—tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Bersamaan dengan itu, ia meminta kelompok bersenjata tersebut untuk meninggalkan wilayah Wamena dan sekitarnya agar masyarakat dapat kembali hidup aman dan tenang.













