BOGOR — MMCNews.id, — Pintu-pintu yang selama ini tertutup rapat akhirnya terbuka paksa. Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Bukan untuk berkunjung. Bukan untuk bersilaturahmi. Mereka datang untuk menggeledah, mencari, dan menyita jejak uang yang hilang dari proyek pendidikan rakyat. 28 Agustus 2026.
Lebih dari dua jam penyidik bekerja di dalam ruangan-ruangan yang seharusnya menjaga masa depan anak-anak Bogor. Saat keluar, mereka membawa dua koper hitam dan satu peti berkas. Bukti-bukti yang selama ini disembunyikan, diputarbalikkan, atau dihapus dari catatan resmi kini berada di tangan penegak hukum.
Ini bukan kasus berdiri sendiri. Satu hari sebelumnya, KPK sudah menggeledah Bappenda dan BKPSDM. Hari ini giliran Dinas Pendidikan, UKPBJ, hingga PUPR. Satu per satu gerbang pemkab yang dijaga ketat kini runtuh.
Dugaan mengarah ke jaringan yang tersusun rapi: bermula dari pemotongan insentif dan pungutan di bawah meja, kini merambah ke proyek pengadaan — termasuk revitalisasi sekolah yang seharusnya menyejahterakan pendidikan, bukan kantong pejabat.
Rakyat bertanya dengan marah:
🔹 Mengapa baru sekarang dicari dokumen-dokumen ini? Apakah ada yang berusaha menyembunyikan, mengubah, atau memusnahkan catatan sebelum KPK datang?
🔹 Siapa yang mengatur proyek lelang dan penunjukan langsung di Dinas Pendidikan ini? Apakah ada nama-nama yang selalu muncul di setiap proyek besar?
🔹 Uang yang diklaim habis untuk sekolah — apakah benar-benar sampai ke ruang kelas, atau hanya berputar di antara lingkaran pejabat dan rekanan kesayangan?
🔹 Mengapa Pemkab Bogor selalu diam, selalu membungkam, selalu beralasan “belum ada informasi” setiap kali ditanya soal keuangan?
KPK menyatakan belum ada tersangka. Tapi rakyat sudah punya jawaban sendiri: ketidakjujuran sudah tercium jauh sebelum pintu digeledah. Jika tidak ada yang disembunyikan, mengapa gempar? Jika semua bersih, mengapa takut?
Dinas Pendidikan bukan tempat bermain uang. Ini rumah masa depan ribuan anak di Kabupaten Bogor. Siapa yang berani mencuri dari meja makan pendidikan, berani memotong masa depan generasi ini — wajib dibuka namanya, dipertanggungjawabkan, dan dikembalikan senilai berkali-kali lipat.
Mata rakyat tidak akan berkedip. Penelusuran belum selesai. Satu per satu kebenaran akan terungkap, tidak peduli siapa yang terseret.
Yang bersih tak perlu takut. Yang mencuri tak akan lari.














