Bus Pariwisata Bertajuk Raksasa: Tangki Rahasia Kuras BBM Subsidi, Lalu Mengapa Dibiarkan Melarikan Diri Depan Mata Aparat?

  • Bagikan

BOGOR | MMCNews.id, — Di balik bodi bus pariwisata yang tampak bersih dan rapi, tersembunyi raksasa perusak uang rakyat. Sebuah bus yang diduga telah dimodifikasi secara terselubung ditemukan sedang mengisi BBM bersubsidi di SPBU Jalan Soleh Iskandar, Kota Bogor, Kamis (27/8/2026). Bagasi yang seharusnya untuk koper penumpang justru dipasangi tangki raksasa dari plat baja buatan tangan — siap menampung solar subsidi dalam jumlah yang tidak wajar untuk satu kendaraan.

Ini bukan kebetulan. Ini bukan perbuatan sendirian. Ini sistem pencurian bahan bakar negara yang berjalan terang benderang.

Saat dihadapi awak media, sopir tak kuasa menolak: ia mengakui bus itu memang telah diubah. Modifikasi itu bukan untuk keindahan, melainkan untuk mengangkut BBM bersubsidi dalam jumlah besar, lalu disalurkan ke tempat-tempat yang lebih menguntungkan — jauh dari jangkauan harga resmi.

Penelusuran tim investigasi membuktikan: bus ini bukan satu-satunya. Ia kerap berpindah dari SPBU ke SPBU, menyusup hingga ke area istirahat Tol Jagorawi, menembus batas masuk Jakarta. Ada pola yang rapi, ada jadwal yang teratur, ada jaringan yang mengatur siapa berangkat, kapan mengisi, dan ke mana dibawa.

Lebih mengerikan: sumber di lapangan menyebutkan aktivitas ini bukan berjalan tanpa perlindungan. Disebut-sebut adanya keterlibatan oknum aparat aktif dalam jaringan ini. Satu nama yang mencuat adalah inisial J, yang diduga sebagai pemilik dan pengendali armada. Ketika nama itu disebutkan kepada sopir, wajahnya berubah pucat — seakan tak menyangka rahasia yang dijaga ketat itu sudah terbongkar.

Yang paling menyakitkan: saat awak media menghubungi Polsek setempat, petugas datang. Namun saat pemeriksaan baru dimulai, bus itu tiba-tiba melaju kencang, menerobos masuk ke akses tol, dan hilang begitu saja. Di depan mata aparat, pelaku kabur.

Apakah ini sekadar kelalaian? Atau memang sudah diatur sedemikian rupa agar tidak ada yang tertangkap basah?

Rakyat bertanya:

✅ Mengapa kendaraan yang jelas-jelas dimodifikasi tidak pernah diperiksa sebelumnya?

✅ Mengapa saat ada kesempatan mengamankan, justru dibiarkan lepas?

✅ Siapa yang melindungi jaringan ini hingga bisa beroperasi siang bolong tanpa takut ditindak?

✅ Benarkah ada oknum berseragam yang ikut menikmati setoran dari pengurasan BBM ini?

BBM bersubsidi adalah hak seluruh rakyat Indonesia, bukan ladang untung segelintir orang. Setiap tetes yang dikuras adalah kerugian negara yang harus diganti dari keringat masyarakat luas.

Tim investigasi menuntut:

🔹 Polresta Bogor Kota, Polres Bogor, Polda Jabar, hingga Mabes Polri — segera buka kasus ini secara serius. Telusuri pemilik kendaraan, lacak rute perjalanan, panggil pihak yang disebut-sebut mengoordinasikan, dan periksa siapa saja yang diduga memberi perlindungan, tidak peduli pangkat atau jabatannya.

🔹 Jangan biarkan kasus ini berakhir “belum ada bukti” atau “sedang dipelajari”. Rakyat sudah melihat, sudah memotret, sudah mendengar pengakuan. Jangan biarkan kebenaran tertutup debu lagi.

Kami tidak akan berhenti. Penelusuran terus berjalan. Nama-nama lain sedang dikumpulkan. Fakta-fakta lain sedang disusun. Dan sekali lagi: siapa yang menutup mata, ikut bertanggung jawab atas kerugian ini.

  • Bagikan