Ende, NTT- Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo mengajak seluruh kepala daerah di Nusa Tenggara Timur yang wilayahnya tidak terdampak langsung gempa bumi di Flores untuk ikut membantu masyarakat yang menjadi korban bencana tersebut.
Ajakan itu disampaikan dr. Christian saat menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Ende di Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende, Kamis (27/8) siang. Bantuan berupa 130 paket sembako tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Ende, Dr. dr. Dominikus Minggu Mere.
Christian mengatakan solidaritas antardaerah diperlukan karena kabupaten dan kota di NTT merupakan bagian dari satu provinsi. Menurut dia, bantuan tidak semata-mata dinilai dari besar kecilnya nilai material, tetapi juga dari solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
“Mungkin jumlahnya tidak terlalu besar, tapi jangan dilihat dari jumlahnya. Di situ ada simbol solidaritas dan kepedulian,” kata Christian.
Ia meminta kepala daerah yang wilayahnya tidak terdampak gempa untuk mengambil bagian dalam membantu warga di Flores.
“Kepada seluruh kepala daerah non-dampak, kita harus solider. Apalagi kita ini kan sesama daerah dalam satu provinsi,” ujarnya.
Christian menilai solidaritas tersebut penting karena masyarakat di wilayah yang tidak terdampak langsung tetap memiliki tanggung jawab kemanusiaan terhadap warga di daerah lain yang sedang mengalami bencana.
“Kan provinsi lain saja Gubernurnya sampai datang?!” katanya.
Bantuan yang diserahkan di Ende merupakan bagian dari penyaluran bantuan Pemerintah Kota Kupang senilai total Rp635 juta kepada masyarakat terdampak gempa di enam kabupaten di Pulau Flores.
Penyaluran bantuan dimulai pada Selasa (25/8) dari Kabupaten Manggarai Barat, kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende dan Sikka.
Dari total bantuan tersebut, Rp500 juta dialokasikan Pemerintah Kota Kupang melalui Belanja Tidak Terduga (BTT). Sementara Rp135 juta lainnya berasal dari donasi aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Kupang serta penggalangan dana melalui laga tinju ekshibisi yang diikuti Christian dalam rangkaian Pameran Pembangunan NTT di Kota Kupang.
Christian mengatakan dirinya memilih mengantarkan langsung bantuan tersebut sebagai bentuk solidaritas masyarakat Kota Kupang kepada warga Flores yang terdampak bencana.
“Bantuan ini adalah simbol solidaritas kami. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa saudara-saudara kita di Flores tidak sendirian,” ujarnya.
Menurut Christian, meskipun Kota Kupang tidak mengalami dampak langsung gempa, tetapi masyarakat di ibu kota Provinsi NTT tersebut turut merasakan penderitaan warga di Flores.
“Saya mau antar sendiri. Saya ingin menyampaikan pesan dari Masyarakat Kota Kupang bahwa Saudara-saudari di Flores tidak sendirian. Kami masyarakat Kota Kupang ada bersama Saudara-saudari sekalian. Kami ikut merasakan penderitaan Saudara-saudari,” katanya.
Dalam perjalanan penyaluran bantuan tersebut, Christian didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang Ernest S. Ludji dan Pelaksana Tugas Kepala Bagian Umum Setda Kota Kupang Hubertus Mani.
Usai menyerahkan bantuan di Ende, rombongan Pemerintah Kota Kupang yang dipimpin Christian melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Sikka untuk meneruskan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak gempa.
Ajakan Christian kepada kepala daerah non-dampak di NTT tersebut menjadi bagian dari seruan solidaritas antarpemerintah daerah dalam merespons kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana di Flores.

















