Terkesan Pelaksanaan Turnamen Piala Soeratin U-17 Sumsel “GAGAL Dan Tidak Kondusif Satu Regu Diterjunkan Tim Gagana Dari Polda Sumsel .

  • Bagikan

MMCNews, Lahat -Sumsel : Kamis 27 2026.

Satu Regu Tim Gagana yang ditugas kan dari Polda Sumsel terlihat sedang melaksanakan Pendeteksian menyisir disetiap sudut Tribun Lapangan Bola Kaki GOR Serama kabupaten Lahat hal ini dilakukan tidak lain bertujuan unruk men Sterilkan Lokasi dan mengantisipasi Terjadi hal hal yang tidak di inginkan seperti  adanya  Tindakan Teror /berupa BOM

Pelenyenggaraan Turnamen Piala Soeratin U-17 Sumsel saat ini sudah berlangsung selama dua hari sejak dimulai tanggal 25 Agustus 2026, namun sangat memprihatinkan kondisi dilapangan terlihat Sepi ini menunjukan kurang nya Antusias dari Masyarakat untuk menyaksikan dan Menyemarakan Terselenggaranya  Turnamen Piala Suratin U-17 Sumsel

Terlebih Sistem Pengamanan yang di Siapkan oleh Pihak Penyenggara 1(Satu) Regu Tim Gagana dari Polda Sumsel ini nampak terlalu berlebihan seakan akan ada kekhawatiran Suasana dilokasi Pertandingan Tidak akan Kondusif  dan meng anggap ketidak mampuan Personil Aparat yang ada Didaerah Setempat untuk Menjaga Pelaksanaan Turnamen Piala Soeratin U -17 Sumsel

Ketua AMKI Cabang Lahat menilai Pelenyenggaraan Turnamen Piala Soeratin U-17  Sumsel  di kabupaten Lahat tahun 2026  ini Terkesan GAGAL dirinya pun menyayangkan ”  kita selaku Tuan Rumah Penyelengaraan Turnamen  Piala Soeratin U-17 Sumsel …kok.!!  bisa Minimnya jumlah Tim yang ikut serta dalam turnamen  Piala Soeratin U-17 Sumsel tersebut

Sebagai tolak ukur dari 13 Kabupaten dan Kota di Sumsel Kok…hanya ada Empat Tim Peserta yang bertanding termasuk Tuan Rumah diantara nya : Tim Lahat FC, Tim PS Palembang,  Tim Persilam Musi Rawas, dan Tim PS Megang Sakti Musi Rawas

Mengapa di anggap Gagal :

Pertama, Minim Keterwakilan Daerah: Hanya 4 tim yang ikut berarti mayoritas kabupaten dan kota di Sumsel memilih absen atau tidak mengirimkan perwakilan muda mereka.

Kedua, Kompetisi Kurang Kompetitif: Jumlah Tim yang sangat sedikit membuat durasi turnamen menjadi sangat pendek dan variasi pertandingan menjadi sangat terbatas.

Ketiga : Masalah Pembinaan hal ini mencerminkan adanya kendala finansial, manajemen, atau kurangnya kesiapan pembinaan sepak bola usia dini di sebagian besar Askot/Askab PSSI se-Sumatera Selatan.

Pewarta MAR.

 

  • Bagikan