Wabup Bojonegoro Hadiri Bimtek Penerima Bantuan Domba di Baureno

  • Bagikan

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus melakukan terobosan dengan berbagai program prioritas.

Salah satunya dengan memberikan bantuan domba yang diserahkan kepada KPM (Kelompok Penerima Manfaat).

Selain bantuan domba, Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan juga memberikan bekal pengetahuan dengan Bimtek (Bimbingan Teknis), kepada KPM guna pengembangan kapasitas kelembagaan yang berlangsung di pendopo Kecamatan Baureno, Bojonegoro, Jawa Timur. pada Selasa (28/7/2026).

Kegiatan Bimtek dihadiri langsung Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah bersama jajaran Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro serta anggota DPRD Bojonegoro dari Komisi B Lasuri dan Camat Baureno Dery Aprilian, serta 84 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Dalam sambutanya Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan, bahwa APBD Bojonegoro turun Rp 2 triliun, namun ada program yang harus diprioritaskan, selain infrastruktur Pemkab Bojonegoro juga memperioritaskan bidang kesehatan.

“RSUD Sosodoro mulai Juli ini sudah ada layanan kemotrapi kanker, dan juga jantung. Alat di RSUD Soedarso ini terbaik nomer 2 di Jawa Timur. Dan mulai Agustus ini RSUD Sosodoro juga bekerja sama dengan RS Cipto Mangunkusomo bersama Dr Terawan ahli tindakan cuci otak atau DSH. Selain itu di RSUD Sosodoro juga ada layanan stem cells,” tutur Wabup.

Selain itu, Wabup juga menyampaikan program pertanian. Ia menyebut, Pemkab Bojonegoro telah bekerjasama dengan UGM untuk mengembangkan varitas padi unggul Gamagora guna meningkatkan kemandirian para petani di Bojonegoro.

Nurul azizah menjelaskan, program Domba bertujuan menjadikan para penerima bisa mengembangkan dan menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan. Ia menegaskan kepada para penerima, agar domba yang diterima tidak di jual.

“Bantuan domba tahun ini beda dengan tahun lalu. Tahun ini jantannya 1 ekor, betinanya 2 ekor. Dan bantuan domba ini tidak boleh dijual karena tujuannya untuk masyarakat penerima punya rawatan ternak. Jangan sampai dijual,” tandasnya.

Hal senada juga di sampaikan Lasuri, anggota DPRD Bojonegoro dari Komisi B itu menyampaikan, bantuan yang di berikan Pemkab harus dirawat dengan sebaik – baiknya. Dan mewanti wanti KPM dengan melarang menjual bantuan.

“Jangan dijual bantuan domba ini, harapan saya minimal domba cepat hamil. Maka penerima bisa menjual hasil peranakanya,” ungkapnya.

Selain itu Lasuri juga menyebutkan tujuan Bimtek yang diberikan Pemkab pada hari ini agar para peternak sukses dalam mengelola bantuan ternak domba.

“Kita berterimakasih pada Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro karena adanya bantuan ini dapat mengentas angka kemiskinan,” pungkas Lasuri.

Sementara itu, Catur Rahayu Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro dalam sambutanya menyampaikan Bimtek ini dilakukan setiap hari di 12 titik. Program Domba merupakan pemberdayaan pada masyarakat kurang mampu atau pra sejahtera untuk mengentaskan kemiskinan. “Program ini sudah mulai pada tahun 2023 sampai pada tahun 2026, berjumlah
6900 KPM,” ucap Catur.

Program ini lanjut catur, sudah melalui verifikasi mulai dari DTSN dan Desil sesuai keretria. Tujuan program ini untuk memberdayakan masyarakat tidak mampu untuk meningkatkan ekonomi, juga ketersedian daging di Bojonegoro.

Pihaknya berharap para KPM dapat membentuk kelembagaan supaya dapat mendistribusikan hasil dari pengembangan program Domba tentang pemasaranya.

Petlu diketahui, tahap pertama dalam penyaluran Domba Tahun 2026 di wilayah Kecamatan Baureno sebanyak 84 KPM. Masing – masing KPM menerima bantuan 3 Domba, yakni 1 jantan, dan 2 betina beserta obat-obatan serta pakan.  (Red/**).

  • Bagikan