BOJONEGORO – Pembangunan Jembatan Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, yang didanai melalui Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 menjadi perhatian masyarakat. Proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp3.179.172.000 tersebut memiliki fungsi strategis sebagai akses penghubung wilayah utara Kecamatan Kapas dengan Kecamatan Balen, sekaligus mendukung mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
Sorotan muncul karena pekerjaan berlangsung melampaui target umum pelaksanaan program BKKD Tahun Anggaran 2025. Berdasarkan ketentuan pelaksanaan BKKD Kabupaten Bojonegoro, seluruh pekerjaan ditargetkan selesai paling lambat akhir Desember 2025. Apabila hingga batas tersebut pekerjaan belum rampung, pelaksanaannya masih dapat dilanjutkan melalui mekanisme Dokumen Pelaksanaan Anggaran Lanjutan (DPAL) dengan batas waktu maksimal akhir Maret 2026.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga menegaskan bahwa apabila pembangunan tidak dapat diselesaikan hingga batas akhir pelaksanaan melalui mekanisme DPAL tersebut, maka dana yang telah dicairkan wajib dikembalikan ke rekening kas daerah sesuai ketentuan yang berlaku. Ketentuan ini menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas penggunaan keuangan daerah dalam pelaksanaan program BKKD.
Mengacu pada ketentuan tersebut, progres pembangunan Jembatan Desa Semenpinggir pun menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, proyek yang semestinya telah rampung sesuai target pelaksanaan BKKD masih dalam proses penyelesaian hingga tahun 2026.
Sebelumnya, proyek tersebut juga sempat menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai minimnya aktivitas pekerjaan di lapangan. Di sisi lain, terdapat informasi bahwa pelaksanaan pembangunan menghadapi kendala teknis akibat luapan Kali Pacal yang memengaruhi proses pekerjaan sehingga penyelesaiannya mengalami keterlambatan.
Sejumlah warga berharap pembangunan segera dirampungkan mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan aktivitas masyarakat di wilayah Kecamatan Kapas dan Kecamatan Balen.
Sementara itu secara terpisah awak media berusaha konfirmasi kepada pihak Kepala Desa tidak ada respon sama sekali. Sampai 1×24 tak ada balasan.















