MMCNEWS.ID | Warga Dusun Karobelah, Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Jombang digegerkan dengan penemuan jasad seorang pemuda yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di ruang tamu, Senin (29/6/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Mochammad Amirul Wahyu (26). Aksi nekat pemuda ini diduga kuat dipicu oleh depresi berat akibat himpitan masalah ekonomi.
Tragedi memilukan ini pertama kali diketahui oleh Kasmadi (50), tetangga korban. Sekitar pukul 08.00 WIB, saat sedang beraktivitas di dekat rumah korban, Kasmadi mendadak dikagetkan oleh suara benturan keras dari arah dalam rumah.
“Saya mendengar suara benda jatuh yang cukup keras, ternyata tangga bambu dari dalam rumah korban,” ungkap Kasmadi.
Tak lama setelah bunyi gaduh tersebut, suasana menjadi pecah oleh jeritan histeris Widiasih (50), ibu kandung korban. Widiasih yang baru saja melangkah ke ruang tamu sangat terkejut mendapati putranya sudah dalam kondisi tergantung dan tak bernyawa.
Mendengar teriakan minta tolong, warga sekitar langsung berhamburan menuju lokasi kejadian. Polisi Pastikan Murni Bunuh Diri
Mendapat laporan dari masyarakat, jajaran Polsek Mojoagung bersama Tim Identifikasi Polres Jombang dan tenaga medis dari Puskesmas Mojoagung langsung bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, mengonfirmasi bahwa dari hasil olah TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti penting yang diduga digunakan korban untuk melancarkan aksinya.
“Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan satu buah tali tampar warna hijau serta satu buah tangga bambu,” ujar Kompol Yogas saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026) siang.
Ia juga menegaskan bahwa berdasarkan hasil visum luar oleh tim medis, sama sekali tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau kejanggalan pada tubuh korban.
“Pihak medis menyimpulkan penyebab kematian korban murni dikarenakan gantung diri,” jelasnya.
Mengenai motif di balik tindakan nekat ini, Kompol Yogas membeberkan bahwa korban tengah menghadapi tekanan batin yang cukup berat. Hal ini diperkuat oleh pengakuan pihak keluarga yang mendampingi petugas selama proses evakuasi.
“Berdasarkan keterangan yang kami gali dari pihak keluarga, korban diketahui tengah mengalami depresi berat terkait masalah ekonomi,” pungkas Kompol Yogas.
Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kepergian pemuda berusia 26 tahun tersebut sebagai musibah dan secara resmi menolak untuk dilakukan otopsi lanjutan.
Usai dievakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk disucikan dan dimakamkan di tempat pemakaman umum desa Karobelah.
Reporter: Adi















