Bojonegoro – Ide-ide kreatif dan inovasi teknologi dari tangan generasi muda mewarnai pelaksanaan Lomba Sains Anak Bojonegoro (LASABO) 2026. Melalui ajang ini, anak-anak tidak hanya ditantang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga didorong untuk berani berpikir kritis, menciptakan solusi, dan menghadirkan inovasi bagi kehidupan.
Kegiatan LASABO diikuti para siswa tingkat SD/MI dan SMP/MTs dan diselenggarakan di Ruang Angling Dharma Lantai 2 Gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu (4/11/2026).
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah hadir dan memberi apresiasi atas kreativitas serta potensi anak-anak Bojonegoro.
Menurut dia, kemampuan anak-anak saat ini berkembang luar biasa. Melalui kreativitas dan penguasaan teknologi, mereka memiliki peluang besar untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat dan mewujudkan berbagai gagasan menjadi karya nyata.
Potensi tersebut perlu mendapatkan perhatian dan ruang pengembangan yang memadai. Sebab, generasi muda yang terbiasa berpikir rasional, mendalami persoalan, serta mencari solusi melalui inovasi akan menjadi modal penting dalam membangun masyarakat di masa depan.
“Ketika kita dituntut menyelesaikan suatu permasalahan dan memikirkannya secara mendalam, akan tercipta akselerasi melalui inovasi. Dengan demikian, apa yang kita cita-citakan akan lebih cepat tercapai,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Dilli Tri Wibowo mengatakan bahwa LASABO tahun ini mengangkat tema “Kelangsungan Kehidupan”. Beragam karya dan prototipe inovasi dipresentasikan peserta, baik yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) maupun menggunakan sistem analog.
Karya-karya tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak Bojonegoro memiliki kemampuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan menjadi solusi yang dekat dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari.
“LASABO merupakan salah satu wadah strategis untuk menyiapkan Generasi Emas Bojonegoro. peserta tingkat SD/MI turut ambil bagian dalam kompetisi ini,”ujarnya.
Mereka diproyeksikan menjadi generasi yang dalam satu dekade mendatang telah menyelesaikan pendidikan tinggi dan siap mengambil peran di masyarakat.
Selain itu, Dilli juga mengatakan peserta tingkat SMP/MTs menunjukkan potensi dan kesiapan untuk terus berkembang. Dengan tahapan pendidikan SMA dan perguruan tinggi, mereka diharapkan dalam tujuh tahun mendatang telah mampu berkarya serta memberikan kontribusi nyata.
Proses penilaian dilakukan secara bertahap melalui presentasi karya pada setiap sesi dan meja penilaian. Panitia juga memberikan waktu khusus bagi peserta untuk melaksanakan ibadah selama rangkaian kegiatan berlangsung.














