Sedangkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Bojonegoro naik dari 7,59 tahun (2024) menjadi 7,78 tahun (2025). Pemerintah daerah berkomitmen agar tidak ada anak Bojonegoro yang putus sekolah akibat kendala biaya. Termasuk adanya program Sekolah Rakyat dan pemerataan beasiswa bagi putra-putri daerah.
Ketiga, daya beli masyarakat menguat. Kesejahteraan ekonomi masyarakat juga menunjukkan penguatan yang berarti. Pengeluaran Riil Per Kapita (yang disesuaikan) meningkat dari Rp 11,204 juta menjadi Rp 11,79 juta per tahun. Capaian ini meningkat 592 ribu rupiah (5,28 persen) dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan program pemberdayaan ekonomi lokal dan stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah Bojonegoro.
Peningkatan signifikan pada seluruh komponen IPM ini merupakan hasil sinergi yang baik antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Ke depan, Pemkab Bojonegoro berkomitmen untuk menjaga momentum pertumbuhan ini agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan warga, hingga ke pelosok desa. (Red/**).















