MMCNEWS.ID | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Farid Kurniawan Aditama, menggelar sarasehan penting bertajuk “Sosial Media menjadi Esensial dalam Membangun Opini Publik” di Hotel Yusro Jombang pada Minggu (4/5/2025).
Acara ini menyoroti betapa krusialnya media sosial dalam membentuk pandangan masyarakat, khususnya terkait isu-isu pemerintahan.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam diskusi ini, termasuk Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jombang Hendro Wahyudi, perwakilan dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), serta sejumlah influencer lokal yang memiliki pengaruh besar di dunia maya.
Dalam sambutannya, Farid Kurniawan Aditama mengungkapkan bahwa kegiatan ini diinisiasi untuk menjaring informasi dan berdiskusi langsung dengan para pemangku kepentingan mengenai isu-isu media sosial yang bersinggungan erat dengan jalannya pemerintahan.
“Saya di DPRD Jawa Timur berada di Komisi A yang salah satunya membidangi pemerintahan dan juga bermitra dengan Diskominfo Jawa Timur. Belum lama ini, kami juga berdiskusi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terkait berbagai permasalahan aktual, terutama pinjaman *online* dan judi *online* yang menjadi keresahan di Jawa Timur,” jelas Farid.
Lebih lanjut, politisi ini berharap forum sarasehan ini dapat menjadi wadah sinergitas yang baik antara DPRD, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, dan para pengguna aktif media sosial.
“Harapan kami, Anda semua menjadi bagian dari sinergitas kami dalam kegiatan Pemkab Jombang, sehingga kita bisa bersama-sama membawa Kabupaten Jombang dari sisi media secara baik,” imbuhnya dengan nada optimis.
Farid juga menyoroti perkembangan pesat media sosial yang kini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjelma menjadi ruang diskusi yang dinamis dan sumber penyebaran informasi yang sangat berpengaruh.
“Di era digital ini, media sosial semakin berkembang menjadi ruang diskusi dan tempat untuk menyebarkan informasi, bahkan bisa membentuk opini publik. Apa yang viral di media sosial ini bahkan bisa mempengaruhi kebijakan atau keputusan dari pemerintah,” tegasnya.
Meski mengakui kekuatan besar media sosial, Farid juga mengingatkan akan tantangan yang menyertainya, seperti maraknya penyebaran informasi yang tidak benar (disinformasi), ujaran kebencian (hate speech), dan polarisasi opini yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Oleh karena itu, penting bagi kita semua, baik sebagai individu, organisasi, maupun pemerintah, untuk bisa memahami bagaimana cara menggunakan media sosial secara baik, kritis, dan bertanggung jawab,” katanya menekankan.
Melalui sarasehan ini, Farid berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif di antara para peserta mengenai betapa pentingnya opini publik yang sehat dan konstruktif di ranah digital.
“Harapan kami, kita bisa bersama-sama menjadikan media sosial sebagai alat untuk memperkuat demokrasi dan mempererat tali silaturahmi kita untuk kebaikan,” pungkasnya, menutup sambutannya.
Reporter: Jum















