MMCNEWS.ID | Angin segar berhembus bagi warga Kabupaten Jombang. Pemerintah Kabupaten Jombang di bawah kepemimpinan Bupati Warsubi resmi memaparkan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Jombang, Senin (10/8/2026).
Ada yang berbeda tahun ini. Bupati Warsubi secara tegas melarang APBD hanya menjadi tumpukan dokumen administratif yang kaku. Sebaliknya, anggaran daerah dipastikan harus menjadi “senjata utama” yang langsung menyentuh perut dan kesejahteraan rakyat.
“Belanja daerah harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Warsubi di hadapan pimpinan dan anggota dewan.
Dari sisi struktur anggaran, Pemkab Jombang mematok target yang terukur namun agresif. Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan meroket hingga Rp764,83 miliar, yang ditopang oleh pendapatan transfer sebesar Rp1,55 triliun.
Strategi jemput bola disiapkan melalui digitalisasi pajak—khususnya sektor makanan dan minuman (PBJT)—serta pemutakhiran objek pajak PBB-P2 dan BPHTB.
Hebatnya lagi, dengan prinsip spending better (belanja cerdas) serta pendekatan money follows program, anggaran dialokasikan secara ketat agar setiap rupiah benar-benar berdampak:
Belanja Operasi: Rp1,69 triliun
Belanja Transfer ke Desa: Rp570,78 miliar (Makin memperkuat pembangunan dari pinggiran!), Belanja Modal: Rp113,39 miliar
Belanja Tidak Terduga: Rp10 miliar.
Mengusung tema pembangunan “Integrasi Pengembangan Industri Perdagangan dengan Sektor Primer”, APBD 2027 langsung menyasar sejumlah program prioritas yang paling dinanti masyarakat.
Infrastruktur Mulus: Peningkatan jalan kabupaten, pembangunan penerangan jalan umum (PJU), hingga pemeliharaan jalan lingkungan.
Kesejahteraan Akar Rumput: Program Desa Mantra 2027, insentif kegiatan RT/RW dan Dasawisma, serta pengadaan seragam Linmas.
Sektor Strategis: Kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi industrialisasi, hingga pengentasan kemiskinan dan ketahanan bencana.
Bupati Warsubi optimis bahwa kolaborasi erat antara Pemkab dan DPRD Jombang akan menjadi kunci utama kesuksesan realisasi anggaran ini.
“Keberhasilan KUA-PPAS 2027 tidak diukur dari tebalnya dokumen anggaran, melainkan dari seberapa besar rakyat merasakan langsung kehadiran pemerintah,” pungkas Bupati Warsubi.
Kini, bola panas berada di tangan pembahasan bersama DPRD. Warga Jombang tentu menanti, bagaimana deretan angka di atas kertas ini menjelma menjadi jalan mulus, ekonomi yang berdenyut kencang, dan senyuman di setiap sudut kota hingga pelosok desa.
Reporter: Adi















