Beliau juga menekankan bahwa hasil dari agenda ini tidak boleh hanya berhenti sampai disini, Pemkab sebisa mungkin harus menyambungkan para pemenang dan peserta yang punya inovasi kepada Dinas Perdagangan untuk dibantu, apa saja yang dibutuhkan agar dapat berkembang menjadi UMKM yang memiliki usaha olahan limbah pangan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan trofi dan penghargaan kepada para pemenang lomba inovasi pangan, di antaranya:
Juara I: Afina Yura– “Bonika, Abon Dami Nangka”
Juara II: Sherly Rahayu Retnoningtyas – “Bekatul Crepe Roll Cake”
Juara III: Sri Hidayati – “Kerupuk Cangkang Telur Ayam Tulang Ikan Bandeng”
Juara Harapan I: Lenny Yudha Febriyanti – “EcoBloom Gummies”
Juara Harapan II: Yeni Ayu Wulandari – “Salad Galantin dari Ayam dan Kulit Pisang, Kecap Manis Kulit Pisang, dan Saus Tomat Kulit Buah Naga”
Juara Harapan III: Herlina Ari Safitri – “Nagabonar, Nagasari Kulit Pisang Bojonegoro Bernilai Rasa”
Melalui ajang ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap gerakan “Stop Boros Pangan” dapat menjadi budaya baru masyarakat. Selain menekan limbah pangan, kegiatan ini juga mendorong inovasi lokal berbasis pangan berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro. (Pro/Dik/Red)















