BOJONEGORO – Program “Bupati Medayoh” edisi Juni 2026 menyasar Kecamatan Gayam. Dialog langsung Bupati H. Setyo Wahono dengan warga digelar di Situs Perahu Besi Kuno, Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur. Kamis (11/06/2026).
Camat Gayam, Erna Zulaikah ST.MM, dalam sambutannya memaparkan potensi besar wilayahnya. Gayam dikenal sebagai daerah penghasil migas, tapi 72% wilayahnya justru lahan pertanian.
“Kita banggakan Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, tokoh masyarakat, Kepala Puskesmas, dan seluruh hadirin. Alhamdulillah Bupati Medayoh ditempatkan di wilayah yang tepat. Selain migas, Gayam dikenal sebagai lahan pertanian. Buktinya hampir 72% wilayah kami adalah sawah,” ujar Camat.
Ia merinci, dari luas wilayah 5.055,55 hektar dengan 12 desa dan 34.057 jiwa, lahan sawahnya mencapai 3.600,36 hektar. Terdiri dari sawah irigasi 1.546 hektar dan sawah tadah hujan 2.047,36 hektar.
Tantangan utama petani Gayam adalah hama tikus. Camat menyebut program Pemkab lewat penggunaan burung hantu terbukti efektif.
“Tantangan produktivitas pertanian kami adalah hama tikus. Tapi Alhamdulillah sudah dilakukan berbagai cara, dan yang terakhir sangat efektif yaitu dengan burung hantu. Dengan program Bapak Bupati ini cukup efektif sehingga bisa menghasilkan produktivitas,” katanya.
Camat juga mengapresiasi bantuan “embrio” dari Bupati untuk 3 desa yang ditargetkan bisa mendongkrak produktivitas hingga 8,8 ton per hektar.
Menanggapi laporan Camat, Bupati Setyo Wahono mengapresiasi potensi pertanian Gayam. Ia menegaskan Pemkab fokus mengoptimalkan lahan bantaran Bengawan Solo demi ketahanan pangan berkelanjutan.
“Gayam ini gudangnya pangan Bojonegoro. Data 3.600 hektar sawah itu aset luar biasa. Program burung hantu dan bantuan embrio yang sudah jalan harus kita perkuat. Target 8,8 ton/hektar itu realistis kalau kita kompak,” kata Bupati Setyo Wahono.
Bupati juga menyoroti aspirasi warga soal air untuk sawah tadah hujan dan usulan COC. “PR kita bersama. Untuk sawah tadah hujan di Gayam, Kasihan, nanti kita carikan solusi irigasi atau pompanisasi. Untuk COC, akan kita evaluasi dan perbanyak sesuai kebutuhan kelompok tani,” tegasnya.
Ia menutup dengan pesan, Bupati Medayoh adalah ruang warga bicara tanpa sekat. “Silakan sampaikan semua. Tugas kami mendengar dan menindaklanjuti demi Bojonegoro Bahagia, Makmur, Membanggakan,” pungkasnya.
Warga Gayam antusias memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan aspirasi langsung ke Bupati. (Red/Dik).















