Bupati Setyo Wahono Paparkan Keberhasilan di Upacara HJB ke-349 Tahun 2026

  • Bagikan

Bojonegoro – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menjadi inspektur upacara peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 yang dirangkai dengan peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Alun-alun Bojonegoro, Jawa Timur. Selasa (20/10/2026).

Dengan mengusung tema “Berdaya Saing dan Bertransformasi Menuju Bojonegoro Bahagia, Makmur dan Membanggakan”, Bupati mengajak seluruh elemen untuk menjaga kebhinekaan, persatuan dan kedamaian.

“Kalian yang hari ini sudah menggunakan pakaian adat nasional dalam rangka peringatan HJB ke-349 dan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, ini bagian dari kewajiban kita untuk terus menjaga kebhinekaan, menjaga persatuan dan terus menjaga kedamaian untuk Bojonegoro yang lebih bahagia, makmur dan membanggakan,” ujar Bupati Setyo Wahono.

Hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati Bojonegoro, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sekda beserta jajaran kepala perangkat daerah, ASN, Ketua TP PKK, Camat, Kepala Desa/Lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, pimpinan partai politik, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, mahasiswa, seniman dan budayawan.

Dalam amanatnya, Bupati Wahono menyampaikan refleksi perjalanan Bojonegoro yang ke-349 tahun yang terus meneguhkan diri sebagai daerah lumbung pangan dan energi nasional. Bojonegoro tercatat sebagai penghasil padi terbesar kedua di Jawa Timur dan penyumbang hampir 30% produksi minyak nasional.

Bupati mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yakni kemiskinan, peningkatan kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pemerataan ekonomi inklusif, pengangguran, dan konektivitas desa-kota.

“Masuk tahun kedua kepemimpinan kami Wahono-Nurul Azizah, kami menyadari dengan berkurangnya transfer daerah, kita harus mengatur ulang program dan kegiatan yang benar-benar prioritas agar catatan penting tersebut secara bertahap dapat kita selesaikan,” jelasnya.

Meski demikian, Wahono memaparkan capaian positif sepanjang tahun 2026:

1. Kemiskinan dan IPM: Angka kemiskinan turun dari 11,49% pada tahun 2025 menjadi 10,2% pada 2026. IPM mencapai 73,74 pada 2025, melampaui target RPJMD sebesar 73,54 dengan kenaikan 0,99 poin.

2. Ekonomi dan Pengangguran: Pertumbuhan ekonomi non-migas tumbuh 5,86% pada triwulan II tahun 2026 dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 3,22%. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2025 sebesar 3,90%, lebih baik dari target RPJMD 4,31%.

3. Konektivitas: Pembangunan jalan kabupaten sepanjang 33,645 KM pada tahun 2025 dan 22,419 KM dalam proses pada 2026. Jalan poros desa terbangun sepanjang 859,6 KM, dari 2.277 jembatan, sebanyak 241 unit dibangun tahun 2025 dan 143 unit dalam proses tahun 2026.

4. Kesehatan: Cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai 99,07%, didukung aplikasi digital seperti Satelit Wasiat, program jemput bola eliminasi TBC dan malaria, serta SINTESA EMAS yang mengintegrasikan rekam medis elektronik puskesmas dengan BPJS Kesehatan dan Siap Mobile.

5. Pertanian: Produksi padi Kabupaten Bojonegoro mencapai 879.685 ton pada tahun 2025. Untuk mendukung produktivitas, dibangun jalan usaha tani sepanjang 23.828 meter dan jaringan irigasi sepanjang 1.150 meter.

6. Ketenagakerjaan dan Perlindungan Sosial: Melalui program Gayatri dan program kesejahteraan lainnya, Pemkab memperkuat perlindungan pekerja rentan melalui fasilitasi premi BPJS Ketenagakerjaan. Dari target 93.879 orang pada 2026, hingga triwulan III telah terealisasi 83.655 orang atau 89,11%.

7. Pendidikan: Pemkab menghadirkan angkutan pelajar gratis dengan 113 armada pada 12 rute yang melayani sekitar 9.300 pelajar setiap hari, mendukung berdirinya Sekolah Rakyat, serta menyalurkan beasiswa pendidikan tinggi kepada 6.853 mahasiswa.

Selain itu, pada tahun 2026 Pemkab juga melaksanakan pembangunan strategis meliputi penyediaan akses air bersih, pembangunan Pasar Kota Bojonegoro, penataan Alun-alun dan taman konservasi, serta rencana terwujudnya rumah sakit unggulan kesehatan jiwa, program bantuan RTLH bagi 5.770 keluarga penerima manfaat dan perluasan akses listrik bagi 771 KK.

“Momentum hari jadi ke-349 ini harus kita jadikan titik tolak untuk memperkuat sinergi pembangunan, agar setiap program benar-benar menyentuh kehidupan rakyat,” pungkasnya.

“Dirgahayu Bojonegoro ke-349, Dirgahayu Provinsi Jawa Timur ke-81. Berdaya saing dan bertransformasi menuju Bojonegoro bahagia, makmur dan membanggakan,” tutup Bupati Wahono.

  • Bagikan