BOJONEGORO – Suasana Car Free Day di Jalan Mastumapel Bojonegoro berubah menjadi pusat edukasi publik saat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar rangkaian Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang dipadukan dengan Gebyar Sadar Pajak Daerah 2025.
Dengan mengusung tema nasional “Satukan Aksi Basmi Korupsi”, kegiatan ini menjadi momentum besar untuk memperkokoh budaya integritas di Bumi Angling Dharma.
Acara yang dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, jajaran Forkopimda, Kepala Bakorwil, Sekda, para kepala OPD, camat, hingga masyarakat umum ini dimulai dengan doa bersama.
Selanjutnya laporan Inspektur Kabupaten Teguh Prihandono bersama Kepala Bapenda memaparkan pentingnya kolaborasi semua elemen daerah dalam membangun sikap antikorupsi sejak usia dini.
Pemkab Bojonegoro melaksanakan berbagai program pendidikan karakter integritas 2025, di antaranya sosialisasi nilai antikorupsi untuk pelajar SD dan SMP, penanaman “Pohon Integritas” sebagai simbol menumbuhkan kejujuran, Festival Generasi Antikorupsi 2025 dan penghargaan bagi aparatur serta masyarakat yang berkontribusi meningkatkan PAD.
Pada kesempatan ini, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada lima OPD yang berhasil meraih predikat AKIP kategori A Memuaskan yakni, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, RSUD Padangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Badan Pendapatan Daerah serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Wabup Nurul Azizah berharap capaian tersebut menjadi pemicu bagi OPD lainnya untuk meningkatkan kualitas layanan berbasis transparansi.
Tahun ini, tiga desa di Bojonegoro kembali masuk daftar Desa Antikorupsi Nasional, yaitu Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro, Desa Tlogorejo, Kecamatan Kepohbaru dan Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas.
Program ini merupakan kelanjutan dari gerakan desa berintegritas yang telah berjalan dua tahun berturut-turut.















