Diduga IM Kabur Usai Terindikasi Gelapkan Dana (PIP), Berikut Komentar Kepsek SDN II dan Warga Karangdinoyo

  • Bagikan
Img 20240202 Wa0082

Bojonegoro|MMCnews.id – Pemerintah Dengan Berbagai Program di Segala Sektor Guna Mensejahterakan Rakyat. Salah Satunya Program Indonesia Pintar. Hal itu Bertujuan Untuk Mencerdaskan Anak Bangsa di Bidang Pendidikan. Namun Ironis Dana PIP yang Seharusnya Sampai di Siswa, Diduga di Gelapkan Oleh Oknum Pegawai Sekolah Dasar Negeri II Karangdinoyo Kecamatan Sumberrejo  Bojonegoro, Jawa Timur.

Dengan adanya ulah oknum (IM) dunia pendidikan di Kabupaten Bojonegoro tercoreng.  Oknum Pegawai tersebut nekad melakukan penggelapan dana bantuan dari Program Indonesia Pintar (PIP) hingga beberapa kali pencairan.

Berdasarkan informasi yang di rangkum media mmcnews.id penggelapan anggaran (PIP) kurang lebih Rp 20juta, pada program PIP tahun2022.

Menurut kepala Sekolah SDN II karangdinoyo Suyono, memang dugaan penyalahgunaan uang bantuan pemerintah (PIP) yang seharusnya sampai kepada siswa tetapi ini tidak sampai, dan memang betul digunakan oleh IM selaku operator.

Suyono menuturkan kronologi terungkapnya kasus penggelapan dana PIP ini di sebabkan adanya laporan dari teman yang bekerja di dinas pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Selain itu IM terindikasi menggunakn ijazah palsu untuk ikut P3K. “Kalau saudara IM waktu mendaftarkan sebagai pegawai P3K menggunakan ijazah palsu,” ucap Suyono dikutip dari laman satumenit.

Suyono menambahkan, bahwa pihak sekolah sudah mengajak untuk mediasi kepada IM dan juga di saksikan oleh Babinsa dan Babinkamtibmas untuk mencari solusi yang tepat terkait permasalah ini. Terkait dugaan ijaxah palsu, Suyono menyebut di serahkan ke pihak berwajib.

“Terkait ijazah palsu saudara IM, sudah di tangani oleh pihak Kapolsek sumberrejo, tinggal nunggu prosesnya. Karena, saudara IM ini di kabarkan sudah tidak ada di rumah,” tambah Suyanto.

Hal senada di sampaikan salah seorang warga, setelah kasus ini mencuat dan di ketahui oleh wali murid. Kuat dugaan IM sengaja kabur ke luar pulau.

“Setelah diketahui dan jadi perbincangan. Kuat dugaan IM menyusul keluarga istri (mertuanya) di Papua,” tutur MY warga Desa Karangdinoyo.

Menurut MY (inisial), terkait adanýa kasus ini, pro kontra terjadi antara wali murid. Tarik ulur kepentingan dan narasi di kemukakan.

“Ada yang bilang kalau di laporkan nanti kedepan tidak dapat bantun lagi. Ada juga yang bilang kalau benar-benar lapor ke polisi, sekolahan akan di tutup,” ujarnya.

MY menambahkan, tujuan warga dan wali murid untuk melaporkan kasus penggelapan bertujuan agar di kemudian hari tidak ada lagi hal yang sama. “Dan bisa menjadikan efek jera,” tutup MY menambahkan.

Untuk di ketahui program PIP ( program Indonesia Pintar) di tahun 2024, yang sudah cair pada awal Januari sebesar,

1. Siswa SD menerima Rp450 ribu
2. Siswa SMP menerima Rp750 ribu
3. Siswa SMA dan SMK menerima Rp1,8 juta. (Red/Tim9/Dk/Sl)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan