MMCNEWS.ID | Di tengah kepungan Kantong plastik pabrikan yang praktis namun tak ramah lingkungan, sebuah kisah inspiratif datang dari sudut Dusun Dukuhsari, Desa Janti, Kecamatan Mojoagung, Jombang. Dua sosok perempuan hebat, mbah Nurkhasanah (67) dan Sophia (57), mendadak jadi sorotan karena kesetiaan mereka menjaga tradisi yang mulai punah.
Bukan sekadar hobi, kedua lansia ini masih sanggup berjibaku dengan tajamnya bilah bambu demi memproduksi Besek (Tumbu)—wadah tradisional yang kini keberadaannya mulai “langka” di pasaran.
Siapa sangka, dari tangan-tangan yang mulai keriput namun tetap kreatif lincah, batang bambu mentah disulap menjadi produk bernilai ekonomi. Nurkhasanah membeberkan rahasia usahanya yang luar biasa efisien.
Pembuatan tumbu bambu hanya Modal Bahan Baku sekitar Rp50.000, dari Proses pembuatannya dilakukan manual bambu dipotong dengan panjang 1/2 meter, kemudian menyerut hingga tipis, lalu menganyam, namun. Harga Jual Sangat merakyat, hanya Rp15.000 per 20 biji.
“Anyaman seperti ini warisan orang tua sejak dahulu nak. Saya sudah menekuninya lama sekali,” ujar Nurkhasanah sambil jemarinya dengan lihai menyusun anyaman bambu, Selasa (7/4/2026) pagi di teras rumahnya.
Meski zaman sudah serba digital, permintaan anyaman tumbu atau besek buatan dua warga Janti ini ternyata masih eksis. Sophia menjelaskan bahwa produk mereka sudah punya “pelanggan setia” dari wilayah Jogoroto.
Kegunaan tumbu ini adalah untuk Wadah tape singkong hingga tempat nasi. Nantinya, kalau tumbuh yang jadi sudah banyak akan diambil langsung oleh pengepul.















