Targetkan 40 Ribu Ton Gula, PG Tjoekir Gelar Tasyakuran Buka Giling 2026

  • Bagikan

MMCNEWS.ID | Menyongsong musim giling tahun 2026, Pabrik Gula (PG) Tjoekir menggelar acara tasyakuran dan doa bersama di Gedung Serba Guna PG Tjoekir, pada Senin (4/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, General Manager PG Tjoekir Abdul Aziz Purmali, menetapkan target produksi yang cukup ambisius, yakni sebesar 40.000 ton gula.

Ia menyampaikan bahwa target tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025, PG Tjoekir berhasil menggiling sekitar 506.000 ton tebu (5 juta kuintal) dengan hasil produksi sekitar 34.500 ton gula.

“Tahun ini kami diberi amanah oleh pemegang saham untuk memproduksi 40.000 ton gula. Untuk mencapai angka tersebut, dengan asumsi rendemen yang optimal, kami membutuhkan pasokan tebu sekitar 542.000 ton,” ujar Abdul Aziz dalam sambutannya.

Abdul Aziz, juga menceritakan mengenai sejarah panjang PG Tjoekir yang telah berdiri sejak tahun 1884. Di tengah menyusutnya jumlah pabrik gula di Jombang dari 14 pabrik pada zaman kolonial menjadi hanya sisa 2 pabrik saat ini (PG Tjoekir dan PG Jombang Baru), ia menegaskan komitmennya untuk terus eksis dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

“Kami ingin terus memberikan manfaat dan mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Oleh karena itu, dukungan dari para petani, perbankan, dan pemerintah daerah sangatlah krusial,” tambahnya.

Rangkaian proses produksi atau buka giling dijadwalkan akan dimulai pada Jumat Legi, 29 Mei 2026. Abdul Aziz memastikan bahwa seluruh persiapan teknis, mulai dari investasi alat hingga kesiapan karyawan, telah dilakukan secara maksimal untuk menghadapi masa giling yang diprediksi akan berlangsung selama 170 hari”, pungkasnya.

Ditempat yang sama, Bupati Jombang, Warsubi, dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas kontribusi PG Tjoekir terhadap ekonomi daerah dan berharap sinergi antara pabrik dengan petani lokal dapat terus ditingkatkan guna mencapai target produksi yang telah ditetapkan”, ungkapnya.

Diketahui, acara tasyakuran ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya. Bupati Jombang, Warsubi, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Tjukir, Romo KH. Makfur Ali serta Perwakilan Dinas Pertanian, jajaran Forkopimcam (Camat, Danramil, Kapolsek), serta tokoh petani tebu wilayah kerja PG Tjoekir.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya tradisi Manten Tebu, yakni sepasang tebu yang dihias layaknya pengantin. Hal ini dipercaya sebagai simbol harapan akan hasil panen yang melimpah dan proses giling yang berjalan lancar tanpa hambatan.

Reporter: Adi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan