“Lah yang jadi pergunjingan itu saya, dan masuknya menyerang secara pribadi, bukan kebijakan atau kinerja,” tuturnya.
Terkait tudingan di media sosial bahwa dirinya melaporkan warga ke polisi, Putoyo menegaskan hal tersebut tidak benar. Dia menyebut hanya melakukan mediasi terhadap pihak yang bersangkutan di balai desa, yang turut dimediasi oleh pihak Polsek setempat.
“Hak itu tidak mungkin kami lakukan, kami hanya bermusyawarah kenapa ada kritikan yang masuknya rasan pribadi, bukan kritik terkait permasalahan kinerja. Kami tidak Setega itu dengan warga, niatnya hanya meluruskan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan atau pergunjingan warga, etikanya mengeritik boleh tapi jangan kehidupan pribadi saya selaku kades,” lanjutnya.
Selain itu, Putoyo juga menjelaskan bahwa jalan yang dipermasalahkan bukan merupakan akses jalan desa, melainkan jalan hutan, sehingga pemerintah desa tidak memiliki kewenangan untuk melakukan perbaikan atau pembangunan.
“Jadi itu jalan hutan, kita tidak punya wewenang untuk memperbaiki. Tujuan mempertemukan yang termasuk ini menerangkan agar si penulis disosmed paham dulu regulasi pemerintahan baru berkomentar,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Putoyo berharap masyarakat dapat menyampaikan saran dan kritik kepada pemerintah desa dengan cara yang bijak serta tidak menyerang secara pribadi. (Res/**ST12).















