Sementara itu, Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kabupaten Bojonegoro, Drs. Moh. Zainal Arifin, M.Pd., menegaskan bahwa Kejurkab Karate memiliki peran strategis dalam menjaring atlet-atlet berprestasi untuk menghadapi kejuaraan di level yang lebih tinggi.
“Kejurkab ini tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga sebagai sarana seleksi dan pembinaan atlet karate Bojonegoro. Dari kejuaraan ini, Forki akan memantau atlet-atlet potensial yang selanjutnya dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri, Dojo 08 berhasil keluar sebagai juara umum dengan perolehan medali terbanyak. Posisi berikutnya ditempati INKANAS Bojonegoro dan JINKAC, yang juga menunjukkan performa konsisten sepanjang turnamen.
Dengan berakhirnya Kejurkab Karate Bojonegoro 2025, diharapkan pembinaan atlet karate di Kabupaten Bojonegoro semakin terarah dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.(Red)















