Dalam aspek antisipasi lanjutnya, kebencanaan dan kesiapsiagaan masyarakat, Bupati meminta BPBD bersama OPD terkait untuk terus memetakan daerah rawan dan memastikan kesiapan peralatan, logistik, serta jalur evakuasi. Ia juga menginstruksikan camat, lurah, dan kepala desa agar mengaktifkan sistem peringatan dini, melakukan pemantauan wilayah, serta segera melaporkan jika terjadi indikasi bencana. Masyarakat pun diminta memahami langkah penyelamatan diri, titik kumpul aman, serta nomor layanan darurat.
Pada bidang keamanan dan ketertiban umum, seluruh aparat diimbau menjaga keamanan tempat ibadah, pusat keramaian, dan jalur transportasi. Pengamanan juga diperkuat untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, kemacetan, hingga potensi konflik sosial. Bupati menekankan pentingnya menciptakan suasana kondusif, rukun, dan damai di tengah masyarakat, terlebih pada momentum perayaan akhir tahun.
Sementara itu, terkait pelayanan publik dan infrastruktur pendukung, Bupati meminta fasilitas kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas untuk siaga menghadapi kemungkinan lonjakan kebutuhan layanan. Infrastruktur utama seperti jalan, jembatan, dan penerangan jalan umum di jalur Nataru juga harus dipastikan dalam kondisi baik dan aman dilalui. Pemantauan ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjadi perhatian agar tidak terjadi kelangkaan ataupun lonjakan harga yang membebani masyarakat.
Dengan terselenggaranya koordinasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimis dapat memberikan pelayanan terbaik, menjaga ketertiban, serta memastikan momen Natal dan Tahun Baru 2026 di Bojonegoro berlangsung lancar dan penuh kegembiraan bagi semua. (Pro/Red/Dik)















