Pemkab Bojonegoro Melalui DKPP Gelar Bimtek Pengembangan Teknologi Budidaya Padi Hibrida

  • Bagikan

Ia menyebutkan, keberhasilan petani ditentukan oleh empat faktor utama, yakni ketersediaan air, ketersediaan pupuk, stabilitas harga pasca panen, serta pengendalian hama dan kualitas bibit.

“Bibit unggul, termasuk padi hibrida, punya potensi besar meningkatkan hasil panen. Tapi harus dibarengi dengan pemupukan yang tepat dan perawatan yang disiplin,” tegas Wabup.

Nurul juga mendorong para petani agar tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang ada. Menurutnya, peningkatan kapasitas petani melalui adopsi teknologi pertanian modern menjadi kunci keberlanjutan produksi pangan daerah.

Sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bojonegoro, Wabup turut menekankan pentingnya pembangunan sumur bor sebagai solusi kebutuhan air pertanian, terutama di tengah tantangan perubahan iklim.

Dirinya juga mengajak kelompok tani untuk terus memperkuat sinergi dalam pengembangan teknologi budidaya, termasuk penerapan padi hibrida secara optimal.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap para petani mampu mengadopsi teknologi budidaya padi hibrida secara tepat guna, sehingga kualitas dan kuantitas produksi pertanian dapat meningkat secara signifikan pada tahun-tahun mendatang. (Prokopim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan