Peringatan Hari Pers Nasional 2025 di Bojonegoro: Pers Mengawal Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Bangsa

  • Bagikan

Anggota media yang terlibat dalam kegiatan ini tidak hanya bertugas untuk melaporkan informasi, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan, mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya meningkatkan kemandirian pangan. Keterlibatan jurnalis diperlukan bukan hanya untuk menginformasikan, tetapi juga untuk mengedukasi masyarakat tentang praktik pertanian berkelanjutan dan pemanfaatan sumber daya lokal. Dengan menyajikan berita yang mendalam dan analisis yang kritis, SMSI mampu menyoroti tantangan yang dihadapi sekaligus solusi yang dapat diterapkan dalam pembangunan ketahanan pangan di Bojonegoro.

Kolaborasi SMSI dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dan instansi terkait juga menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan tujuan ketahanan pangan. Sinergi ini bertujuan untuk bersama-sama merumuskan kebijakan yang mendukung pengembangan pertanian lokal dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Harapan Ketua SMSI adalah agar jurnalis dapat menjadi mitra yang tangguh dalam memberdayakan masyarakat. Dengan memberikan informasi yang tepat dan bermanfaat, jurnalis memiliki potensi besar untuk mendukung masyarakat dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, sehingga pembangunan yang berkelanjutan dapat terwujud dengan baik.

Dukungan Pemerintah dan Apresiasi Terhadap Kegiatan HPN

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Bojonegoro tidak hanya menjadi momen untuk merayakan kemerdekaan pers, tetapi juga sebagai platform untuk meningkatkan ketahanan pangan demi kemandirian bangsa. Dukungan dari pemerintah daerah, TNI, dan Polri sangat penting dalam menyukseskan kegiatan ini. Dalam acara tersebut, Bupati Bojonegoro mengungkapkan bahwa partisipasi pemerintah dalam inisiatif ini adalah refleksi dari komitmen untuk mendukung penguatan sektor pertanian dan perikanan, yang merupakan inti dari ketahanan pangan.

Lebih lanjut, perwakilan Dinas Peternakan dan Perikanan menjelaskan bahwa berbagai program telah diimplementasikan untuk memperkuat ketahanan pangan, seperti peningkatan produksi pangan lokal dan pengembangan teknologi pertanian. Salah satu inisiatif yang disorot adalah pelatihan bagi petani dalam menggunakan metode pertanian berkelanjutan. Hal ini tentu mencerminkan upaya kongkret pemerintah dalam menciptakan sistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Tidak ketinggalan, pernyataan dari pihak TNI dan Polri menekankan perlunya keamanan dalam mendukung program ketahanan pangan ini. Mereka menegaskan bahwa stabilitas keamanan sangat mendukung masyarakat dalam berproduksi, sehingga hasil pertanian dan perikanan dapat maksimal. “Keamanan dan ketahanan pangan berjalan beriringan. Kami siap mendukung agar para petani dan nelayan dapat bekerja dengan tenang,” ujar perwakilan Polri dalam acara tersebut.

Kolaborasi antara pemerintah, sektor keamanan, dan pihak pers dalam mendukung kegiatan HPN ini adalah langkah strategis. Dengan bekerja sama, berbagai inisiatif dapat terlaksana secara efektif, mengingat pentingnya peran masing-masing dalam mencapai keberhasilan program ini. Hal ini menandakan bahwa untuk mencapai kemandirian bangsa dalam hal pangan, sinergi antar berbagai pihak harus terjalin dengan baik.(red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan