Tanpa Kajian Matang, Pemberitaan Berpotensi Menyesatkan Publik

  • Bagikan

Nias Selatan – Maraknya pemberitaan yang disebarkan tanpa didukung analisis mendalam maupun kajian yang lengkap menjadi sorotan utama. Wartawan yang hanya menyajikan informasi sepintas tanpa pengkajian yang matang telah melenceng dari prinsip kerja jurnalistik, dan hal itu berpotensi besar menyesatkan masyarakat luas.

 

Hal tersebut disampaikan Ketua FORWALI Nisel Ahan Buulolo dalam perbincangan santai bersama sejumlah awak media, sesaat setelah menyeruput kopi di Indomaret Simpang Baloho, Kamis (23/7/2026).

 

Beliau menegaskan, tugas jurnalistik bukan sekadar menyebarkan apa yang didengar sepintas. Wartawan wajib memahami konteks utuh, alur kebijakan, serta mekanisme pemerintahan yang berlaku. Pusat, provinsi, hingga daerah adalah satu kesatuan kepemimpinan yang tak terpisahkan dan berjalan berdasarkan aturan yang sudah ditetapkan.

 

“Pemberitaan yang asal disajikan tanpa kajian yang lengkap pasti menimbulkan kesalahpahaman. Terkait dinamika pasca kunjungan kerja Gubernur di Kepulauan Nias belum lama ini, anggaran yang disiapkan bukan keputusan mendadak, melainkan kelanjutan dari usulan dan perencanaan yang sudah disampaikan kepala daerah sebelumnya. Jika hanya mengangkat satu sisi saja, informasi yang sampai ke masyarakat pasti tidak utuh,” ujar Ahan Buulolo.

 

Dalam perbincangan tersebut, para insan pers sepakat mengajak rekan-rekan sejawat untuk kembali pada prinsip jurnalistik yang benar: pastikan setiap fakta teruji, setiap pernyataan terkonfirmasi, dan setiap berita memiliki landasan yang kuat. “Kami menjaga marwah profesi ini agar kehadiran pers benar-benar menjadi pencerahan, bukan sumber kerancuan di tengah masyarakat,” demikian penutup perbincangan yang berlangsung akrab tersebut.(abdul)

  • Bagikan