“Kami sudah melalui uji gizi melalui ahli gizi yang berada disini, dan akan menungkapkan menu kali ini,” ungkapnya sambil mengalihkan pembicaraan kepada ahli gizi dapur tersebut.
Disaat yang bersamaan, Ahli Gizi SPPG Alfairina Safitri, menjelaskan jika menu yang disajikan sudah sesuai dengan harga yang sesuai Rp.8000 setiap menunya.
“Disana sudah sesuai dengan pemenuhan gizi dan terploting, dari tahu pentol yang kami jadikan satu sebagai karbohidrat, roti dua sisir dengan selai coklat dan keju sebagai protein ditambah salak,” jelasnya.
Selain itu, untuk nominal harga yang disajikan dalam menu masing-masing jika dirinci untuk Rp.3000, Rp. 3500 tahu pentol berisi dua potong, dan buah salak Rp.1000.
Pihak SPPG juga berdalih jika mahalnya bahan pokok yang melanda akibat bulan Ramadan membuat mereka harus memutar otak, agar pemenuhan gizi sesuai aturan, juga untuk total harga yang beredar serta dikeluhkan wali murid porsi MBG harga Rp.8000.
“Karena ini bulan puasa apa-apa serba mahal jadi kami harus putar otak agar harga yang dipatok sesuai dengan standar gizi yang diminta. Dan ini sebagai menu alternatif buka puasa siswa,” tambah Alfairian.
Dengan adanya hal tersebut menambah daftar panjang pertanyaan wali murid. Ada indikasi kuat adanya pengurangan kualitas makanan terhadap anak. Sehingga porsi yang diberikan kepada anak terlihat tidak layak dan kurang memenuhi gizi.















