MMCNEWS.ID | Aroma asap knalpot dan bising mesin motor seolah tak lagi mengganggu bagi puluhan pedagang lesehan di Pasar Pon Jombang.
Alih-alih menempati bangunan megah dan kios permanen yang telah disediakan pemerintah, mereka justru memilih “setia” pada panasnya aspal di area parkir.
Fenomena ini menciptakan pemandangan kontras yang mencolok, deretan bedak baru di bagian belakang pasar tampak sunyi dan kosong, sementara area parkir justru berdenyut kencang dengan transaksi jual-beli.
Bagi para pedagang, urusan perut jauh lebih mendesak dari pada kenyamanan bangunan baru. Area parkir dianggap sebagai “jalur sutra”—titik strategis di mana setiap pengunjung yang baru turun dari kendaraan langsung berhadapan dengan barang dagangan.
“Kalau pindah ke belakang, takutnya tidak laku. Tempatnya jauh dan jarang orang mau ke sana. Di sini, orang baru turun motor saja sudah langsung lihat dagangan kami,” ungkap S, salah satu pedagang lesehan, Rabu (28/1/2026).
















