Bengawan Solo Meluap, Berikut Keluh Kesah Petani Semangka dan Penjelasan SekTagana Kab. Tuban

  • Bagikan
Img 20240312 Wa0022

Tuban|MMCnews.id – Luapan Air Bengawan Solo ditetapkan siaga 3 karena tinggi permukaan air mengalami kenaikan. Dengan tren naik tersebut diakibatkan adanya curah hujan dengan intensitas tinggi di beberapa hari terakhir.

Dari data yang dihimpun oleh awak media, terlihat dampak luapan air Bengawan Solo sudah menggenangi beberapa desa di kecamatan rengel kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pada Selasa (12/03/2024).

Menurut keterangan Arif salah seorang petugas Satpol PP kecamatan Rengel yang berada di lokasi menjelaskan, dari 4 hari terakhir luapan bengawan solo genangi pemukiman di 5 desa.

“Sudah mulai 4 hari terakhir ini air luapan bengawan solo menggenangi rumah warga dan dalam pantauan kami sudah ada 5 desa yang tergenang luapan air bengawan solo dengan tren naik diantaranya Desa Kanorejo, Desa Karangtinoto. Desa Tambakrejo Desa Ngadirejo dan Desa Sawahan,” urainya mengungkapkan.

“Selain rumah warga, luapan air bengawan solo juga telah menggenangi ratusan hektar sawah warga hingga mengakibatkan kerugian yang di tafsir hingga Miliaran Rupiah,” ungkapnya menambahkan.

Disisi lain Ranu Satu diantara warga Desa Kanorejo menjelaskan, banjir luapan bengawan solo menyebabkan buah semangka yang ditanam mengalami kegagalan. “Dengan adanya banjir atau luapan air bengawan solo kali ini, saya gagal panen total. Padahal saya baru saja menanam buah semangka dan sebentar lagi akan panen. Biasanya saat mendekati puasa atau lebaran seperti ini saya bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan tapi dengan adanya banjir ini saya dan para warga sangat merasakan dampak kerugian yang begitu besar,” ungkap Ranu.

“Saya berharap akan segera ada bantuan dari pemerintah kabupaten atau kecamatan karena untuk wilayah Desa Kanor sendiri sudah tidak dapat melakukan aktifitas (Lumpuh Total).” imbuhnya.

Sementara itu, Izzul Fuadi Sekretaris Tagana Kab. Tuban saat di hubungi via jejaring aplikasi Whatsapp menjelaskan, Ia menerangkan ada 4 titik di Rengel dalam kondisi tidak baik. Ia menyebut ada dua desa yang mengalami lumpuh total. Hampir 80% tergenang banjir. “Untuk saat ini ada 4 Desa di Kecamatan Rengel, Kab. Tuban yang sedang dalam kondisi tidak baik – baik saja, saat ini semua wilayah nya tergenangi. Dan ada dua desa seperti Kanor, dan Desa Tambakrejo, bisa dikatakan kegiatan di 2 Desa tersebut lumpuh total,” ungkap Izzul.

“Dan untuk wilayah Desa Ngadirejo dan Desa Karangtinoto juga sudah 80% tergenangi air akibat banjir luapan air bengawan solo. Untuk Sawah/Ladang/Tlatah total ada 11 Desa di Kecamatan Rengel yang sudah terdampak banjir luapan air bengawan solo,” lanjutnya.

Izzul Fuadi mengatakan jika pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk mempersiapkan lokasi buat pengungsi. Hal itu di lakukan mengingat cuaca mendung dan berpotensi hujan. “Sampai saat ini kita terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten untuk menyiapkan lokasi pengungsian karna melihat curah hujan yang sangat tinggi dan ini bukan tidak mungkin banjir luapan bengawan solo akan terus naik, untuk saat ini warga terdampak sudah melakukan evakuasi mandiri dengan mengungsi di tempat saudara di luar dampak luapan banjir,” tukasnya.

“Untuk bantuan logistik kami tidak menyediakan karna hal tersebut adalah tugas dari Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Tuban,” tutup Izzul dalam sambungan chat whatsapp. (Red/N*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan