MMCNEWS.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus berkomitmen mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui langkah konkrit. Kerja sama lintas sektor yang dimotori Dinsos kini membuahkan hasil nyata lewat beroperasinya gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Jombang di Desa Tunggorono.
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut langsung atas Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem serta Inpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Layak.
Bupati Jombang, Warsubi, dalam sambutannya saat pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran instansi, khususnya Dinsos dan dinas terkait, yang berhasil mengawal program ini sejak awal transisi di SD Mojowarno pada Juli 2025 hingga menempati lokasi permanen.
“Sekolah Rakyat ini didirikan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan yang setara dan berkualitas. Sekolah ini hadir agar setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun kondisi sosial, memperoleh hak yang sama untuk belajar dan mempersiapkan masa depan,” tegas Bupati Warsubi, Kamis (30/7).
Sebagai program prioritas intervensi sosial, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang berdiri di atas lahan seluas 6,3 hektare. Kehadiran sekolah berbasis asrama (boarding school) ini menyasar anak-anak dari keluarga penerima manfaat (desil kemiskinan) agar tidak ada lagi anak putus sekolah di wilayah Jombang.
Kepala Sekolah SR 1 Jombang, Andi Winarto, S.Pd., mengungkapkan bahwa pada tahun ajaran baru ini, sekolah mencatat peningkatan signifikan pada jumlah peserta didik baru diantaranya Siswa Baru Jenjang SD 90 Siswa, Siswa Baru Jenjang SMP 90 siswa, Siswa Baru Jenjang SMA 90 siswa, Siswa lama 100 sehingga total peserta didik yaitu 370 siswa.
Untuk memastikan proses pembelajaran, pembinaan karakter, dan pengasuhan berjalan optimal selama 24 jam di asrama, Dinas Sosial bersama instansi terkait menyiagakan 111 personel tenaga pendidik dan kependidikan, yang terdiri dari 42 Orang Kepala Sekolah dan Guru (20 existing, 22 guru bantuan), 24 Orang Wali Asuh dan5 Orang Wali Asrama, 16 Orang Tenaga Keamanan dan 9 Orang Tenaga Kebersihan, 10 Orang Guru Masal, 5 Orang Tim Tata Usaha, Operator, dan Bendahara.
Melalui skema Sekolah Rakyat Terintegrasi ini, Dinas Sosial tidak hanya memfasilitasi sarana pendidikan gratis, tetapi juga memberikan pendampingan sosial menyeluruh, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar, nutrisi, hingga pembentukan karakter anak.
Dinsos Jombang berharap, keberadaan sekolah ini mampu memutus rantai kemiskinan antar-generasi (intergenerational poverty) di Kabupaten Jombang, sehingga anak-anak dari keluarga rentan mampu tumbuh menjadi generasi berprestasi, mandiri, dan berintegritas.
Reporter: Adi















