Bau Udang Menyengat di Piring MBG Jombang, 256 Siswa SMPN 1 Kabuh Keracunan Massal

  • Bagikan
Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi suntikan energi bagi para pelajar di Jombang mendadak berubah menjadi mimpi buruk. Sebanyak 256 warga SMPN 1 Kabuh dilaporkan mengalami keracunan massal setelah menyantap hidangan yang dibagikan pada Rabu (2/9).

Gelombang keluhan ini baru meledak saat sore menjelang malam hari. Setelah pulang ke rumah masing-masing sekitar pukul 17.00 WIB, para siswa serentak merasakan mual hebat, muntah-muntah, diare, hingga lemas tak berdaya.

“Makanannya itu kemarin, mulai kejadiannya dari kemarin. Orang dipikir diare biasa, ternyata dihitung banyak,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, dr. Hexawan, Kamis (3/9/2026).

Dari total 256 korban yang tercatat, situasi sempat membuat panik pihak keluarga. Sebanyak tujuh orang siswa harus dilarikan dan menjalani rawat inap intensif di Puskesmas Kabuh karena mengalami dehidrasi berat akibat kehilangan cairan.

Sementara itu, 74 korban lainnya harus bolak-balik ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan klinik mitra untuk rawat jalan, dan 175 orang lainnya memilih berobat secara mandiri di rumah.

Menu Bermasalah dan Aroma Mencurigakan

Sorotan tajam kini mengarah pada menu makanan yang disajikan hari itu. Berdasarkan data yang dihimpun, para siswa menyantap menu berupa nasi putih, udang saus padang, tahu susu, tumis wortel, sawi putih, brokoli, serta buah pepaya.

Di tengah kehebohan ini, bisik-bisik di kalangan siswa mulai mengerucut pada satu menu utama, yaitu udang. Sejumlah pelajar sempat mengeluhkan kondisi udang saus padang yang tercium memiliki bau tidak sedap sebelum dimakan.

Dokter Puskesmas Kabuh, dr. Aditya Bimantara, menyebut dugaan sementara memang kuat mengarah pada bahan makanan laut tersebut.

Meski demikian, Dinkes Jombang belum mau berspekulasi terlalu dini. Dr. Hexa menilai insiden ini bisa jadi merupakan bentuk intoleransi makanan atau akibat dari buruknya kualitas pengolahan di dapur umum.

“Diare, mual-mual, terus kemudian ada yang sebagian muntah. Itu tanda-tanda dari adanya intoleransi makanan atau kualitas makanan,” jelasnya.

Untuk membongkar misteri di balik insiden ini, tim dari Dinkes Jombang bergerak cepat. Setelah memastikan seluruh korban tertangani dengan baik, petugas langsung mengecek dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan yang menjadi pemasok makanan.

Sejumlah sampel krusial telah diamankan, mulai dari sisa sayuran, nasi, pepaya, hingga udang berbumbu saus padang. Tak hanya itu, petugas juga membidik satu elemen penting yang kerap luput dari perhatian: air yang digunakan untuk memasak.

Fakta mengejutkan terungkap saat diketahui dapur SPPG tersebut menggunakan air dari depot isi ulang tetangga sekitar. Seluruh sampel makanan dan air tersebut kini telah diterbangkan ke Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Surabaya untuk diuji secara forensik.

Selain uji laboratorium, Dinkes Jombang juga bakal menjatuhkan sanksi evaluasi ketat terhadap standar operasional dapur penyedia, termasuk meninjau ulang Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang dikantongi tempat tersebut.

Di sisi lain, aparat kepolisian juga tidak tinggal diam dan langsung turun tangan memeriksa pihak sekolah, pengelola dapur SPPG, hingga menelusuri distribusi menu serupa ke tempat lain.

Kini, para korban yang dirawat di puskesmas dilaporkan sudah mulai membaik berkat terapi cairan rehidrasi. Warga Jombang tentu berharap hasil lab segera keluar agar teka-teki petaka di balik piring MBG ini bisa segera terungkap.

Reporter: Adi

  • Bagikan