“Capaian Kabupaten Bojonegoro mampu melampaui target tersebut, yakni sebesar 40,33 persen atau 534.434 jiwa. Cakupan ini meliputi seluruh kelompok umur, mulai dari bayi hingga lanjut usia,” jelasnya.
Berdasarkan pelaksanaan CKG tahun 2025, ditemukan sejumlah permasalahan kesehatan yang memerlukan perhatian bersama, di antaranya karies gigi terutama pada anak, obesitas, hipertensi, gangguan penglihatan, serta pra diabetes melitus. Temuan tersebut menjadi dasar penguatan upaya promotif dan preventif pada pelaksanaan CKG tahun berikutnya.
Pada tahun 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menargetkan cakupan CKG lebih dari 46 persen.
Sasaran program ini mencakup bayi, balita, anak prasekolah, anak usia sekolah, kelompok usia dewasa, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lanjut usia.
Ninik menambahkan, pelaksanaan CKG turut memberikan dampak positif terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini tercermin dari usia harapan hidup masyarakat Bojonegoro yang meningkat dari 74 tahun pada 2024 menjadi 75 tahun pada 2025. “Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sehat dan semakin sadar akan pentingnya melakukan cek kesehatan secara rutin,” imbuhnya.
Sebagai tanda dimulainya pelaksanaan CKG Tahun 2026, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah serta tamu undangan VIP secara simbolis menjadi peserta pertama CKG, yang kemudian diikuti oleh para tamu undangan lainnya.
Melalui pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis Tahun 2026, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya sejak dini.
Dengan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat, CKG menjadi langkah nyata dalam membangun budaya hidup sehat demi masa depan Bojonegoro yang lebih berkualitas.(Red/Zl.N/Dik)















