Perhutani Jombang Gandeng KJPP Jakarta, Audit Aset Biologis Skala Besar Dimulai!

  • Bagikan
Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang melakukan langkah strategis dalam transparansi dan akurasi pengelolaan aset negara. Bekerja sama dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dari Jakarta, Perhutani memulai proses survei dan penilaian aset biologis di seluruh wilayah kerja KPH Jombang pada Selasa (20/1).

Kegiatan krusial ini tidak hanya melibatkan internal Perhutani, tetapi juga menggandeng tim ahli penilai independen untuk memastikan seluruh potensi kekayaan alam—mulai dari tegakan kayu hingga komoditas tebu—terdata secara akurat dan profesional.

Penilaian kali ini mencakup berbagai sektor vital yang menjadi mesin penggerak ekonomi di KPH Jombang, di antaranya.

Menghitung potensi volume dan kualitas kayu hutan, menilai aset dari sektor perkebunan tebu yang kini menjadi primadona kerja sama lahan, Pendataan kembali rumah dinas dan infrastruktur pendukung operasional lainnya.

Administratur KPH Jombang, Enny Handayani Y S, menyambut hangat kedatangan tim gabungan ini. Ia menjelaskan bahwa proses lapangan telah diatur sedemikian rupa agar efisien.

“Kami membagi tim menjadi empat kelompok kerja. Secara topografi, sebagian besar lokasi kita cenderung datar hingga berbukit rendah, sehingga relatif mudah dijangkau. Kami berharap cuaca tetap bersahabat agar evaluasi ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” ujar Enny.

Di sisi lain, perwakilan tim KJPP, Agi Nanda Putra, mengapresiasi keterbukaan dan dukungan penuh dari jajaran Perhutani KPH Jombang. Sinergi ini dianggap penting agar sampling data yang diambil di dalam maupun di luar kawasan hutan memiliki tingkat akurasi yang tinggi.

Langkah audit aset ini dipandang sebagai upaya Perhutani dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) serta memastikan nilai aset biologis yang dikelola dapat memberikan kontribusi optimal bagi negara.

Reporter: Adi

  • Bagikan