Bupati Tutup Tiga Toko Miras Sidoarjo, 31 Juli 2026

  • Bagikan

Sidoarjo-mmcnews.id Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn menindak tegas tempat
penjualan minuman keras (miras) yang menyalahi ketentuan. Tiga tempat penjualan
miras di ruko ditutup saat itu juga saat inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat malam
(31 Juli 2026)
Tiga ruko itu berada di kawasan Perumahan KNV Sidoarjo. Pemiliknya
menggunakannya untuk menjual barang memabukkan tersebut secara eceran.
Padahal, dari izin yang diperlihatkan pedagang miras tersebut tertera sebagai
distributor. Bukan sebagai pengecer yang dapat melakukan penjualan langsung
kepada masyarakat.
Sidak dilakukan bersama Dandim 0816/ Sidoarjo Letkol. Inf. Abraham Pribadi. Dalam
sidak malam itu, Bupati H. Subandi menemukan penjualan miras dengan kadar alkohol
yang tinggi. Miras golongan B dengan kandungan alkohol di atas 20 persen tidak boleh
dijual di toko-toko.
“Ada tiga ruko yang berjualan minuman keras. Izin yang kita jumpai adalah distributor.
Kalau izinnya distributor, tentu tidak boleh jualan retail. Distributor adalah gudang
untuk penyimpanan minuman. Tadi sudah menyalahi aturan, seperti retail, jualan
eceran. Itu melanggar aturan,” ucapnya.
Bupati Subandi menyatakan Pemkab Sidoarjo sendiri tidak pernah mengeluarkan izin
penjualan miras secara eceran. Bupati Subandi juga memastikan tidak akan pernah
memberikan izin penjualan miras. Izin distributor penjualan miras diperoleh para
pedagang lewat izin OSS (Online Single Submission) yang dikelola Kementerian
Investasi dan Hilirisasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
“Ini bentuk sosialisasi, antara Forkopimda DPRD. Kita akan sidak setiap hari. Besok
kita rapat dengan camat, forkopimda, biar gerak semua. Sidak-sidak di kecamatan
yang ada penjual minuman keras, termasuk di warung-warung,” ujarnya.
Dalam sidak kali ini, disita 624 botol miras. Kandungan alkohol miras-miras tersebut di
atas 20 persen. Penjual miras akan dipanggil untuk menjalani disidang. Toko-tokonya
harus tutup. Jika penjualan miras secara dilakukan kembali, seluruh barang
dagangannya akan disita.
“Saya minta kepada masyarakat yang mengetahui ada yang berjualan miras bisa
dilaporkan kepada kantor kecamatan atau ke Pemkab Sidoarjo,” ujarnya. Red/sis

  • Bagikan