Cantika Wahono Lakukan Pembinaan Tematik Terpadu ke TP PKK Desa Sidomulyo Kedungadem

  • Bagikan

BOJONEGORO – Tim Penggerak PKK Cantika Wahono dan Jajaran Pengurus Kabupaten Bojonegoro Melakukan Kunjungan Kerja dalam Rangka Pembinaan Tematik Terpadu di Desa Sidomulyo, Kec. Kedungadem, Bojonegoro, Jawa Timur.

Kunjungan kerja Ketua PKK Kabupaten Bojonegoro Dr. Cantika Wahono yang didampingi Sekertaris PKK Kabupaten, jajaran pengurus PKK Kecamatan Kedungadem disambut langsung oleh Tim Penggerak PKK Desa Sidomulyo, Kepala Desa, Camat Kedungadem dan TK Dharma Wanita Desa Sidomulyo.

Ketua PKK Kabupaten Bojonegoro, Dr. Cantika Wahono, mengungkapkan rasa syukur atas program kunjungan kerja (kunker) PKK yang tahun ini dilaksanakan di 20 titik di Kabupaten Bojonegoro.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Pembinaan PKK di Desa Sidomulyo, Kec. Kedungadem, Senin (05/10/2026).

“September – November itu banyak kegiatan di pusat dan provinsi. Alhamdulillahnya kunker seperti ini satu tahun ini ada di 20 lokasi dan hanya ada di Kabupaten Bojonegoro. Di kabupaten/kota lain biasanya satu tahun hanya satu kali kunker dari kabupaten ke kecamatan atau desa, rata-rata mereka mengadakan pleno sendiri di desa dan kecamatan,” ujar Cantika.

Ia menjelaskan, 20 lokasi kunker tersebut difokuskan pada beberapa tema. Untuk di Desa Sidomulyo, ada tiga tema utama yakni Pengembangan Gayatri, Sampah Bernilai Ekonomi, serta Sinkronisasi dan Sosialisasi Hasil Rakernas PKK 2025-2030.

Cantika menjelaskan, Gayatri merupakan program unggulan dan prioritas Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati. Saat ini telah disalurkan sekitar 54 ekor ayam Gayatri yang dikelola oleh PKK.

“Pengembangan Gayatri ini harapannya masing-masing keluarga di masing-masing rumah itu ada Gayatri sekitar 5 sampai 10 ekor,” katanya.

Nantinya akan dijelaskan teknis pengembangannya oleh tim dari TP PKK Kabupaten. Harapannya, Gayatri dapat meningkatkan konsumsi protein keluarga, mencegah stunting, menambah pendapatan rumah tangga melalui penjualan telur, serta membangun kemandirian ekonomi keluarga.

“Tentu di dalam Gayatri ini masih banyak persoalan, terutama soal pakan dan harga jual telur. Tapi stunting masih jadi persoalan kita bersama, kita bersama-sama mencari solusinya,” tegasnya.

Persoalan sampah juga menjadi perhatian serius. Menurut Cantika, satu orang setiap hari menghasilkan sampah hampir 1 kilo atau sekitar 800 gram. Jika dibiarkan, pada tahun 2030 Pulau Jawa akan penuh tertutup sampah.

“Jadi kalau sampah ini tidak kita urus, kita biarkan saja, tahun 2030 Pulau Jawa itu sudah penuh dengan sampah. Sehingga istilah sampah bernilai ekonomi dan memilah sampah supaya menghasilkan uang atau dimonetisasi perlu kita lakukan,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah organik dan anorganik, mengolah sampah organik menjadi kompos, serta menabung melalui Bank Sampah yang sudah ada di desa-desa dan kecamatan. Hasil tabungan bisa digunakan untuk membayar pajak, PBB dan lainnya, tergantung kreativitas.

Sampah anorganik juga bisa diolah menjadi kerajinan bernilai jual, seperti tas dari bungkus kopi Kapal Api, tas dari bungkus kopi Bude, dari jagung, dari plastik dan lainnya.

“Semua bisa kita hasilkan kerajinan dari barang bekas dan tentu saja lingkungan menjadi lebih bersih, kesehatan meningkat dan keluarga memperoleh tambahan penghasilan. Inilah ekonomi sirkular yang kita harapkan yang kita mulai dari keluarga,” jelasnya.

Tema ketiga adalah implementasi hasil Rakernas. Menurutnya, apa yang sudah dipaparkan TP PKK Desa Sidomulyo dari Pokja I sampai Pokja IV sudah sangat bagus dan sejalan dengan arah kebijakan strategis hasil Rakernas.

Arah kebijakan tersebut pertama adalah transformasi gerakan PKK yang adaptif dan berdampak, harapannya PKK berjalan sesuai data. Kedua, penguatan kelembagaan PKK melalui administrasi yang presisi, penguatan kapasitas kader dan sinergi lintas sektor dengan menggandeng dinas-dinas di Kabupaten Bojonegoro seperti Dinas Kesehatan, Dinas P3A, Perpustakaan, Dinsos dan lainnya.

“PKK juga menjadi mitra pemerintah dalam percepatan penurunan stunting, penghapusan kemiskinan, ketahanan pangan keluarga, kesehatan ibu dan anak, penguatan ekonomi keluarga, pendidikan dan perlindungan anak serta pemberdayaan perempuan. Masih ada angka anak tidak sekolah, harapannya kita bisa bantu bersama Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi UMKM, Posyandu dan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di Sidomulyo yang sudah berjalan sangat bagus dan kompak. Ia berpesan agar kegiatan yang sudah bagus tersebut terus ditingkatkan dan jangan lupa dipublikasikan melalui konten-konten sosial media.

“Terima kasih untuk kerja keras ibu bapak semuanya terutama kader-kader di desa. Saya sering sampaikan kita ini bekerjanya nggak pakai gaji ya, tapi pakai hati. Masya Allah, ibu-ibu itu begitu diberitahu mau ke Sidomulyo, yang disiapkan itu luar biasa, semuanya dikeluarkan dari buah sampai jajanan pendem. Terima kasih kekeluargaannya untuk warga Desa Sidomulyo,” pungkas Cantika disambut tepuk tangan kader.

Sebelumnya, Ninik Yulianis Ketua PKK Desa Sidomulyo dalam Paparanya menyampaikan profil desa dan program kerja PKK serta keberhasilan para penggerak PKK di Desanya.

Ia memaparkan secara administratif, Desa Sidomulyo terbagi menjadi 10 RW dan 34 RT. Jumlah penduduk saat ini sebanyak 3.653 jiwa dengan mayoritas mata pencaharian sebagai petani. Luas lahan pertanian di Desa Sidomulyo mencapai 323 hektar yang sebagian besar ditanami padi.

“Sebagai mitra pemerintah desa, Tim Penggerak PKK Desa Sidomulyo didukung 30 pengurus aktif yang siap mengabdi untuk mewujudkan masyarakat Sidomulyo yang berdaya, sehat, mandiri, berbudi mulia serta sejahtera melalui semangat gotong royong, pelestarian nilai budaya dan pengembangan potensi desa,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk mewujudkan visi tersebut, PKK Sidomulyo mengusung 3 misi utama:
1. Meningkatkan kualitas keluarga melalui pendidikan, kesehatan dan pembinaan karakter berbasis nilai agama dan budaya.
2. Mengembangkan peran perempuan dalam perekonomian keluarga dengan memanfaatkan potensi pertanian, pekarangan, UMKM dan pangan lokal.
3. Mendukung ketahanan pangan keluarga melalui optimalisasi lahan pekarangan, budidaya tanaman pangan, pengembangan program dan pengolahan hasil pertanian.

Ia menyebut, kegiatan Strategis 10 Program Pokok PKK Tahun 2026. Pada tahun 2026 ini, PKK Desa Sidomulyo telah dan sedang melaksanakan kegiatan strategis yang terbagi dalam 4 Pokja.

Pokja I – Pembinaan Karakter dan Moral: Fokus pada pembentukan keluarga berakhlak mulia melalui pembinaan rutin anggota, kegiatan keagamaan Yasinan dan Tahlil Putri secara berkala, edukasi anak usia dini, sosialisasi perilaku dan pembentukan akhlak sesuai nilai moral dan budaya, serta sosialisasi Keluarga Sehat Tanpa Narkoba.

Pokja II – Pemberdayaan Ekonomi dan Pendidikan: Meliputi pembinaan BKB, PAUD dan Taman Posyandu, pelatihan keterampilan seperti tata rias, pembuatan buket, boneka tangan dan ikat rambut, serta pembinaan dan pendampingan bagi pelaku UMKM lokal agar mampu berkembang.

Pokja III – Ketahanan Pangan, Sandang dan Tatalaksana Rumah Tangga: Fokus pada optimalisasi potensi pertanian dan lingkungan sehat, pelatihan pembuatan produk olahan dari bahan lokal hasil pertanian, pelatihan budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA), sosialisasi Rumah Sehat, serta pengembangan HATINYA PKK.

Pokja IV – Kesehatan, Kelestarian Lingkungan dan Perencanaan Sehat: Fokus pada peningkatan kualitas kesehatan dari balita hingga lansia, optimalisasi pelaksanaan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), sosialisasi pemenuhan gizi ibu hamil dan menyusui sebagai upaya pencegahan stunting. Saat ini tercatat 3 balita stunting dari 159 balita. Selain itu sosialisasi Stop BABS, meski Kecamatan Kedungadem sudah bebas ODF sejak 2002, edukasi terus dilakukan, serta sosialisasi kesehatan reproduksi dan pemeriksaan IVA Test.

“Semua program dan pencapaian ini tentu tidak dapat berjalan sendiri. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, dedikasi serta gotong royong dari pengurus, seluruh kader, bimbingan dari pemerintah Desa Sidomulyo serta dukungan penuh dari Kecamatan Kedungadem. Kami menyadari masih banyak yang perlu ditingkatkan, oleh karena itu masukan, saran serta bimbingan dari Tim Penggerak PKK Kabupaten senantiasa kami harapkan demi kemajuan. Demi terwujudnya Desa Sidomulyo yang berdaya, sehat, mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.

Perlu diketahui, turut hadir Kepala Puskesmas Kesongo, Ketua tim penggerak PKK Kecamatan Kedungadem, Ketua Bhayangkari Kedungadem, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Kecamatan Kedungadem, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kedungadem, Ketua IGTKI, Ketua Himpaudi Kecamatan Kedungadem. (Red/Dik).

  • Bagikan