“Ini bukan hanya soal nama PWI, tetapi juga soal menjaga marwah profesi wartawan. Kami ingin masyarakat tahu bahwa PWI tidak pernah melakukan praktik-praktik seperti itu,” tegasnya.
Pihaknya berharap aparat kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. PWI Bojonegoro juga mengajak para kepala desa atau pihak lain yang merasa dirugikan untuk berani melapor dan memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.
Sasmito menghimbau, agar kepala desa maupun pihak lain yang dirugikan selalu melakukan konfirmasi langsung kepada pengurus resmi apabila menerima permintaan yang mengatasnamakan PWI, baik dalam bentuk proposal, surat, maupun komunikasi melalui pesan singkat.
“Jika ragu, silakan klarifikasi. Kami terbuka dan siap menjelaskan. Jangan sampai ada lagi yang dirugikan oleh ulah oknum,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Nama PWI Dicatut Orang Mengaku Wartawan dan Minta Uang ke Kades di Bojonegoro Dengan Cara Menekan, juga Beredar informasi adanya oknum yang mengaku sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) meminta sumbangan kepada sejumlah kepala desa di Kabupaten Bojonegoro dengan modus diduga dilakukan dengan dalih kegiatan akhir tahun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa desa di wilayah Kabupaten Bojonegoro telah menjadi korban, di antaranya Desa Tondomulo, Desa Panjang, dan Desa Kedungadem. Oknum tersebut meminta uang dengan nominal bervariasi dari Rp1.500.000 hingga Rp1.600.000 dengan alasan untuk kegiatan akhir tahun.
Bahkan dalam Pesan Wathsapp yang dikirim ke Kades-kades di wilayah Kedungadem dan lainnya juga mencatut foto-foto kegiatan PWI baik PWI Jatim maupun PWI Tuban, dan hal tersebut juga sempat membuat Ketua PWI Tuban Suwandi berang dan tersinggung karena fotonya di catut. (red)















