Datang di SAPA Bupati, Surgi Tuntut Transparansi BKKD untuk Pembangunan Jalan

  • Bagikan

BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro membuka dialog interaktif “Sapa Bupati” yang digelar di Pendopo Malowopati. Dialog yang menampung aspirasi masyarakat Bojonegoro berubah menjadi panggung kritik tajam warga.

Hal itu terjadi setelah seorang warga Desa Kemiri, Kecamatan Malo, secara terbuka mengadukan dugaan ketertutupan proyek pengecoran jalan desa yang bersumber dari anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK), Senin (19/1/2025).

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Setyo Wahono, jajaran kepala OPD, Camat se-Bojonegoro serta perwakilan masyarakat jadi tempat mengungkap persoalan serius terkait transparansi penggunaan anggaran negara di tingkat desa.

Dalam forum itu, Surgi warga Desa Kemiri, menyampaikan keluhannya terkait proyek pengecoran jalan di RT 5, RT 6, dan RT 7. Dia menilai pelaksanaan proyek tersebut menyisakan tanda tanya besar, terutama karena masyarakat tidak diberi akses terhadap dokumen perencanaan maupun pelaksanaan proyek.

Menurutnya, proyek yang mulai dikerjakan sekitar 12 Januari 2026 itu terkesan tertutup. Saat meminta salinan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar teknis kepada kepala desa, permintaannya tidak dipenuhi. Ia bahkan diarahkan ke konsultan proyek, namun kembali mendapat penolakan dengan alasan dokumen bersifat privasi.

“Saya tidak ingin menyalahkan atau membenarkan pekerjaan. Tapi bagaimana masyarakat bisa menilai kalau dokumen RAB dan gambar tidak boleh diakses? Ini uang rakyat,” tegas Surgi di hadapan bupati dan pejabat daerah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan