Mengganggu kenyamanan dan konsentrasi : Ruang kelas yang kotor dan tidak terawat bisa membuat siswa merasa tidak nyaman dan sulit fokus belajar.
Menimbulkan masalah kesehatan: Lingkungan yang kotor berpotensi menyebarkan penyakit seperti flu, batuk, atau infeksi kulit.
Menghambat proses belajar mengajar: Kualitas belajar bisa menurun karena kondisi fisik sekolah yang tidak memadai, padahal kondisi yang baik akan membuat siswa lebih nyaman.
Menurunkan moral dan semangat: Lingkungan yang tidak terawat dapat menurunkan semangat belajar siswa dan staf sekolah.
Solusi untuk mengatasi
Lakukan pemeliharaan rutin: Lakukan pembersihan secara berkala di seluruh sudut sekolah, termasuk membersihkan dinding, lantai, dan perabotan.
Perbaiki kerusakan segera: Segera perbaiki kerusakan kecil seperti dinding retak, atap bocor, atau kusen yang rusak untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan biaya yang lebih besar di kemudian hari.
Pastikan ventilasi dan pencahayaan memadai: Pastikan ruang kelas memiliki ventilasi yang cukup dan pencahayaan yang memadai untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.
Tingkatkan kesadaran warga sekolah: Libatkan seluruh pihak sekolah (kepala sekolah, guru, staf, dan siswa) untuk menjaga kebersihan dan merawat gedung sekolah.
Atur jadwal piket kebersihan: Buat jadwal piket rutin untuk memastikan kebersihan kelas dan area sekolah lainnya terjaga.
Libatkan pengawasan dari pihak terkait: Jika diperlukan, ajukan pengaduan atau sidak kepada dinas terkait untuk meninjau kondisi fasilitas sekolah yang kurang terawat.(jun/red)














